Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Arsitektur Masjid Jami' Imam Baidhowi: Magnet Wisata Religi di Kabupaten Kediri

Redaksi Radar Kediri • Senin, 20 Oktober 2025 | 23:33 WIB
Masjid Jami’ Imam Baidhowi.
Masjid Jami’ Imam Baidhowi.

Permata Tersembunyi di Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri kemegahan arsitektur ini terinspirasi dengan masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Masjid seluas 3.200 meter persegi ini mulai dibangun sejak tahun 2020 dan rampung pada 2022.

Di bagian depan masjid, berdiri kokoh sebuah batu besar yang menyerupai prasasti untuk dibaca pengunjung. Tertulis jelas nama masjid ini: Masjid Jami’ Imam Baidhowi diresmikan pada 28 September 2023. Diresmikan oleh Brigjen TNI (Purn.) Drs. Ec. H. Imam Baidhowi, MM., C.F.F.A., yang merupakan pemilik sekaligus tokoh dibalik pembangunan masjid ini.

Sebelah timur masjid menjulang menara setinggi 33 meter yang menjadi landmark kuat di sekitarnya. Sementara di bagian utara, berdiri sebuah bangunan khusus yang digunakan untuk menyimpan beduk raksasa yang menjadi salah satu ikon tersendiri pada masjid ini.

Di tengah kemegahan desain Timur Tengah dan teknologi modern seperti payung otomatis, ternyata keberadaan beduk mengingatkan kita seolah bahwa masjid tetap berpijak pada akar tradisi Islam Nusantara simbol keseimbangan.

Selain itu, pelataran masjid dihiasi dengan payung raksasa yang menjadi ikon khas sekaligus peneduh para jamaah. Payung-payung ini dapat terbuka mulai pagi sampai sore, tepatnya pada pukul 05.30-16.30 WIB. Di bagian halaman masjid terdapat beberapa pohon yang ditanam salah satunya kurma untuk menghadirkan suasana seperti di Tanah Suci.

Arsitektur Masjid Jami’ Imam Baidhowi memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang berdatangan dari daerah bahkan mancanegara. Keunikannya bukan hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga menjadi destinasi wisata religi bagi pengunjung. Betul saja, ketika pertama kali menapakkan kaki di pelataran masjid mata saya dimanjakan oleh bangunannya di Masjid Jami’ Imam Baidhowi.

Terik surya menyapa disambutlah saya dengan banyaknya umat Islam di sudut masjid yang siap melaksanakan salat Jumat. Lalu lalang pengunjung tampak sibuk terlihat menghidupkan suasana. Lingkungan yang bersih juga mampu membuat suasana beribadah di sini semakin khusyuk dan ketenangan berpadu harmonis dengan nuansa religius masjid. Ketika selesai salat Jumat para jamaah berlari keluar dari masjid dengan langkah teratur, membentuk barisan panjang di pelataran.

Saya langsung menemui salah satu narasumber yaitu bapak Aziz yang menjadi pengurus bagian sekretaris masjid. Ternyata mereka sedang melakukan pembagian Jumat berkah yang memang rutin diadakan setiap minggunya di masjid ini. Selain Jumat berkah, kegiatan lainnya yang rutin dilakukan adalah pengajian rutinan di malam Rabu.

“Pemilihan lokasi karena pendiri dari Masjid Jami’ Imam Baidhowi, Bapak Imam Baidhowi memutuskan untuk mengabdi pada masyarakat di sini dan bagaimana cara untuk membantu masyarakat di sekitar sini untuk mendapat pelayanan agama yang sangat representatif” jelas bapak Aziz pengurus bagian sekretaris masjid.

Saya melangkah ke dalam masjid, rasa penasaran itu akhirnya membawa dalam sebuah perjalanan kecil. Tidak jauh, namun cukup untuk memberi kesan mendalam tak kuasa saya untuk menahan decak kagum. Interior masjid memperlihatkan perpaduan indah semuanya memancarkan aura kesucian dan kemewahan yang menenteramkan jiwa.

“Setelah dibangunnya masjid ini, dari segi perekonomian cukup meningkat dengan kunjungan wisatawan. Ibadah dapat, jajanpun jalan. UMKM sekitar laris, terlebih jika akhir pekan,” ujar bapak Aziz selaku pengurus bagian sekertaris masjid. Sentra kuliner dan UMKM di area dekat masjid ada 14 kios, menawarkan beragam hidangan dan camilan yang menggoda lidah.

Suasana ramai dengan pengunjung yang menikmati santapan sambil berbincang hangat, menjadikan tempat ini juga sebagai pusat berkumpul dan interaksi sosial. Di area masjid juga menyediakan tempat wisata untuk keluarga seperti ATV (All-Terrain Vehicle), becak gowes, aviari dan kolam renang dalam ruangan.

Kolam renang dibuka pukul 07.30-17.00 WIB. Tak lama setelah mendung menyelimuti langit, hujan turun dengan deras. Dengan cepat kami mencari tempat untuk berteduh. Meski hujan mengguyur, antusiasme pengunjung tak surut, bahkan rombongan dari mini bus tetap berdatangan satu per satu, menambah keramaian di sekitar masjid.

Rombongan tersebut tampak antusias menuju area masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan ibadah dan wisata religi. Menariknya, sistem parkir diatur secara sukarela melalui infaq, tanpa tarif tetap. Sebuah refleksi dari nilai keikhlasan dan semangat gotong royong masyarakat sekitar.

Masjid Jami’ Imam Baidhowi bukan hanya tempat ibadah, tapi juga simbol harmonisasi antara keindahan spiritual dan budaya lokal. Keberadaannya menginspirasi kita untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi wisata religi, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan identitas bangsa. Tempat ini akan menjadi sumber ketenangan dan semangat bagi setiap pengunjung yang singgah. (Aura Titania Dewantari)

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #arsitektur #Imam Baidhowi #wisata religi #masjid jami