Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pijat Sedulur Dadah : Stand Unik Ini Sajikan Layanan Sehat Bernuansa Tempo Dulu

Jordan Rafael Anggara Saragih • Rabu, 28 Mei 2025 | 22:55 WIB
Pijat Tradisonal Sedulur dadah Pegepe Festival Kuno Kini
Pijat Tradisonal Sedulur dadah Pegepe Festival Kuno Kini

JP Radar Kediri - Festival Kuno Kini yang berlangsung di Simpang Gumul, Kediri, menawarkan berbagai nuansa masa lalu yang dipadukan dengan inovasi zaman sekarang. Salah satu hal yang menarik perhatian para pengunjung adalah stan pijat tradisional yang dikelola oleh komunitas Sedulur Dadah PGGP dari Gurah, Kediri.

Komunitas ini terkenal aktif dalam mempromosikan pijat tradisional sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat.
Sriati, salah satu pengurus Sedulur Dadah PGGP, menyatakan bahwa partisipasi mereka dalam festival ini adalah wujud komitmen untuk memperkenalkan manfaat pijat tradisional kepada masyarakat secara luas.

Di stand ini, pengunjung dapat menikmati layanan pijat mulai dari Rp30.000 untuk pijat ringan selama 15 menit, yang mencakup bagian pundak dan tangan. Untuk layanan pijat seluruh tubuh selama 60 menit, tarifnya adalah Rp100.000.

Sementara itu, pijat yang ditujukan untuk keluhan tertentu seperti nyeri sendi atau otot dikenakan biaya Rp75.000 per sesi, tergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien.

Minyak yang digunakan juga aman, sebagian besar memakai minyak zaitun. Beberapa terapis meracik minyak tambahan dengan bahan tradisional seperti jahe dan laos, namun tetap menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna.

Menurut Sriati, pijat tradisional bukan sekadar relaksasi, tapi juga warisan budaya yang berfungsi sebagai pengobatan alternatif sejak zaman dulu, bahkan sebelum medis modern berkembang. “Ini cara kami menghidupkan kembali pijat urut sebagai solusi kesehatan alami,” tuturnya.

Saat ini, pendapatan para terapis dapat mencapai satu juta rupiah setiap harinya.

Terapis juga memberikan layanan di rumah mereka sendiri, dan pasien dapat langsung menghubungi mereka melalui WhatsApp.

Kami juga terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar dan bergabung,” ujarnya.

Menariknya, komunitas ini tidak bersaing satu sama lain. Jika ada pasien dari luar daerah, mereka saling berbagi dan memberi arahan lewat grup diskusi terapis. Beberapa pasien mengaku merasakan manfaat langsung dari terapi pijat.

“Ada yang sembuh dari sakit kaki setelah jatuh, bahkan ada yang mengaku ambien membaik setelah diterapi,” ujar Sriati.

Baca Juga: Mami Pijat Pliket Makin Kuat Menjerat

Melalui pijat kering dan basah, dari kepala hingga kaki, Sedulur Dadah PGGP berkomitmen untuk melestarikan budaya pijat tradisional sebagai warisan nenek moyang serta mendukung gaya hidup sehat masyarakat masa kini.

Festival Kuno kini tidak hanya menawarkan hiburan dan kenangan, tetapi juga berfungsi sebagai wadah untuk mempromosikan budaya dan kesehatan tradisional yang perlu dijaga.

Editor : Jauhar Yohanis
#pijat tradisional #unik #Festival Kuno Kini