Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Untuk Paksu Baca Ini! Amalan-amalan Suami untuk Istri yang Sedang Hamil

Mohammad Basid Alharis • Kamis, 9 Oktober 2025 | 01:33 WIB
Ilustrasi amalan memperbanyak baca Alquran dan berdzikir saat istri hamil.
Ilustrasi amalan memperbanyak baca Alquran dan berdzikir saat istri hamil.

 

JP Radar Kediri – Kehamilan adalah fase penting dalam kehidupan rumah tangga, khususnya bagi seorang istri yang mengandung buah hati. Di masa ini, bukan hanya fisik istri yang mengalami perubahan, tetapi juga mental dan emosinya.

Oleh karena itu, peran Pak Suami (Paksu) sangat besar untuk mendampingi, menyemangati, dan menjaga istri selama masa kehamilan. Islam mengajarkan agar suami tidak hanya memberikan dukungan fisik, tetapi juga rohani.

Berikut adalah beberapa amalan-amalan suami yang dianjurkan ketika istri sedang hamil.

Pertama, mendoakan istri dan anak dalam kandungan. Doa adalah senjata orang mukmin. Seorang suami sebaiknya memperbanyak doa untuk keselamatan istri dan janin. Beberapa doa yang bisa diamalkan.

Doa agar anak menjadi anak yang sholeh/sholehah, "Rabbi habli minash shalihin." (Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku anak yang termasuk orang-orang yang saleh.) (QS. Ash-Shaffat: 100).

Doa keselamatan dan kemudahan dalam kehamilan dan persalinan, "Allahumma yassir wa la tu'assir, wa tammim bil khair." (Ya Allah, mudahkanlah dan jangan Engkau persulit, dan sempurnakanlah dengan kebaikan).

Kedua, membacakan Al-Qur’an untuk istri dan janin. Membacakan Al-Qur’an kepada istri yang sedang hamil tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga diyakini memberikan ketenangan batin bagi istri dan janin.

Beberapa surat yang dianjurkan untuk sering dibaca surat maryam untuk memohon keteguhan hati dan kemudahan persalinan. Surat Luqman untuk memohon agar anak kelak memiliki akhlak dan hikmah.

Surat Yusuf agar anak memiliki paras dan akhlak yang baik. Surat Al-Insyiqaq (ayat 1–5) diyakini bisa membantu memudahkan proses kelahiran.

Ketiga, memberikan dukungan emosional dan fisik. Bersikap lemah lembut, sabar, dan mendengarkan keluhan istri adalah bentuk ibadah. Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik dalam memperlakukan istrinya dengan kasih sayang.

Ajak istri berbicara dan dengarkan dengan penuh perhatian. Jangan menuntut hal-hal berlebihan dari istri selama hamil. Bantu dalam pekerjaan rumah, terutama saat istri merasa lelah.

Keempat, menjaga nafkah dan gizi istri. Memberikan nafkah yang halal dan cukup, termasuk makanan bergizi, adalah tanggung jawab utama suami. Asupan yang baik akan berdampak pada kesehatan ibu dan janin.

“Cukuplah seseorang dianggap berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Abu Dawud).

Kelima, menjadi imam dalam ibadah. Pimpinlah istri dalam shalat berjamaah, dzikir, dan tilawah Al-Qur’an. Ibadah bersama dapat mempererat hubungan suami-istri sekaligus menenangkan hati di masa kehamilan.

Keenam, menjaga istri dari stres dan gangguan. Suami perlu menjaga lingkungan agar istri tidak stres. Jauhkan istri dari gosip, berita negatif, atau hal-hal yang membuatnya takut atau khawatir berlebihan.

Ketujuh, mengingatkan istri untuk beribadah dan berdzikir. Meski sedang hamil, istri tetap butuh motivasi untuk beribadah. Suami bisa mengingatkan dengan lembut tentang shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menjaga pikiran positif.

Kedelapan, bersedekah dan berbuat baik atas nama anak. Bersedekah dengan niat atas nama anak yang sedang dikandung adalah bentuk syukur kepada Allah SWT dan harapan agar anak kelak tumbuh menjadi pribadi dermawan.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#hamil #kehamilan #rumah tangga #suami istri