JP Radar Kediri – Selama lebih dari 1.400 tahun, umat Islam di seluruh dunia sering kali menghadapi dilema perbedaan hari besar.
Fenomena perbedaan lebaran atau perbedaan awal Ramadan antarnegara, bahkan antarorganisasi di satu negara.
Ini menjadi pemandangan yang lumrah namun menyisakan pertanyaan besar terkait mungkin tidaknya umat Islam memiliki satu sistem penanggalan yang seragam secara global.
Menjawab tantangan peradaban tersebut, Muhammadiyah kini memperkuat implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Apa Itu Kalender Hijriah Global Tunggal?
Secara sederhana, KHGT adalah sistem penanggalan yang tidak lagi menyandarkan awal bulan pada penglihatan hilal (bulan sabit muda) di wilayah lokal masing-masing (matlak lokal). Sebaliknya, KHGT menggunakan prinsip Matlak Global.
Artinya, jika hilal telah terbukti muncul di belahan bumi mana pun dengan kriteria tertentu, maka saat itu juga seluruh dunia memasuki tanggal yang sama.
Konsep ini serupa dengan sistem kalender Masehi yang kita gunakan sehari-hari ketika di Indonesia tanggal 1 Januari, maka di Amerika, Arab Saudi, maupun Jepang juga tanggal 1 Januari.
Prinsip KHGT Dikutip dari khgt.muhammadiyah.or.id
- Keselarasan Hari dan Tanggal Global
Menetapkan prinsip "satu hari satu tanggal" di seluruh dunia. Tujuannya agar momen ibadah penting seperti Idulfitri dan Iduladha dilaksanakan serentak oleh umat Islam di seluruh penjuru bumi tanpa perbedaan hari.
- Penggunaan Hisab (Perhitungan)
Mengedepankan metode hitungan astronomi yang presisi karena memberikan kepastian tinggi. Berbeda dengan rukyat yang hasilnya baru diketahui H-1, hisab memungkinkan penyusunan kalender hingga puluhan tahun ke depan dengan akurat.
- Kesatuan Matlak
Memandang seluruh permukaan bumi sebagai satu kesatuan wilayah tunggal. Konsep perbedaan matlak (perbedaan posisi terlihatnya bulan antarwilayah) tidak lagi digunakan, sehingga jika hilal sudah memenuhi kriteria di satu titik, maka berlaku untuk seluruh dunia.
- Transfer Imkanu Rukyat
Mengadopsi prinsip bahwa jika kemungkinan terlihatnya hilal (imkanu rukyat) sudah terpenuhi di suatu belahan bumi (khususnya wilayah Barat), maka status bulan baru tersebut otomatis ditransfer atau berlaku juga bagi wilayah Timur yang belum mengalaminya.
- Permulaan Hari Universal
Mengikuti standar waktu internasional (GMT) yang dimulai pada pukul 00.00 tengah malam di Garis Batas Tanggal Internasional (bujur 180°). Ini menggantikan standar waktu magrib yang selalu berubah-ubah, sehingga sistem penanggalan menjadi lebih stabil dan sinkron secara global.
Implementasi Nyata Idulfitri 1447 H
Sebagai contoh konkret, pada tahun 2026 ini, Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini diambil jauh-jauh hari melalui metode KHGT.
Meskipun di lapangan mungkin masih ada potensi perbedaan dengan metode lain, KHGT memberikan landasan kepastian bagi warga yang memegang prinsip hisab global.
Transisi menuju kalender global tentu membutuhkan waktu dan edukasi yang berkelanjutan.
Namun, langkah yang diambil Muhammadiyah ini adalah undangan bagi dunia Islam untuk mulai berpikir melampaui batas wilayah.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil