Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menjemput Lailatul Qadar: Menyelami Keutamaan Qiyamul Lail di Sepuluh Malam Terakhir

Dita Citra Oktaviana • Rabu, 11 Maret 2026 | 19:35 WIB

Keutamaan Qiyamul Lail
Keutamaan Qiyamul Lail

JP Radar KediriMenapakkan kaki di sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 H, atmosfer spiritual di berbagai masjid di Kediri mulai terasa kental. 

Salah satu amalan yang menjadi primadona di penghujung bulan suci ini adalah Qiyamul Lail atau menghidupkan malam dengan ibadah.

Melansir pemikiran ulama besar, Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, ibadah di keheningan malam bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan sebuah bentuk perniagaan spiritual yang sangat menguntungkan bagi umat Muslim.

Baca Juga: Kejar Lailatul Qadar, Ini 5 Amalan Utama di 10 Hari Terakhir Ramadan yang Tak Boleh Terlewatkan

Apa Itu Qiyamul Lail?

Secara etimologi, Qiyamul Lail berasal dari bahasa Arab yang berarti "bangun atau berdiri di malam hari". Namun, dalam cakupan ibadah yang lebih luas, amalan ini merujuk pada segala aktivitas ketaatan yang dilakukan untuk menghidupkan waktu antara Isya hingga terbitnya fajar.

Meski sering dianggap identik dengan Salat Tahajud, Qiyamul Lail sebenarnya merupakan "payung besar" yang menaungi berbagai jenis salat sunnah malam, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Salat Tahajud

Salat Tahajud adalah salat sunnah yang didirikan setelah bangun tidur di malam hari, meskipun hanya tidur sebentar. Inilah amalan malam yang paling utama sebagai sarana mengadu kepada Sang Pencipta di sepertiga malam terakhir.

2. Salat Tarawih

Salat Tarawih merupakan sunnah yang menjadi ciri khas di bulan suci Ramadan. Salat ini termasuk dalam kategori Qiyamul Lail karena dikerjakan pada malam hari guna menghidupkan kesucian bulan Ramadan.

3. Salat Witir

Salat Witir merupakan salat penutup dengan jumlah rakaat ganjil. Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan untuk menjadikan Witir sebagai pemungkas rangkaian ibadah malam kita.

Baca Juga: Malam Paling Mulia di Bulan Ramadan, Ini Deretan Amalan yang Dianjurkan Saat Lailatul Qadar Datang

Mengapa Harus Qiyamul Lail?

Menurut Habib Alawi al-Maliki, Qiyamul Lail memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Berikut intisari keutamaannya.

1. Masuk Surga Tanpa Hisab

Salah satu keutamaan yang paling menakjubkan adalah jaminan surga tanpa melalui proses perhitungan amal (hisab). 

Berdasarkan hadis riwayat Al-Baihaqi, kelak di hari kiamat, akan ada panggilan khusus bagi mereka yang rela mengangkat lambungnya dari tempat tidur demi bersujud di malam hari. Meskipun jumlah mereka sedikit, golongan ini akan diperintahkan langsung masuk ke surga.

2. Penghapus Dosa dan Sarana Pendekatan Diri

Qiyamul Lail adalah tradisi orang-orang saleh terdahulu. Hadis dari Abi Umamah menyebutkan bahwa ibadah malam merupakan sarana efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menjadi pencegah perbuatan dosa.

Perlu diingat, jika kesalahan berkaitan dengan hak sesama manusia, maka tetap diperlukan permintaan maaf kepada orang yang bersangkutan.

3. Meraih Kedamaian dan Keselamatan

Saat Rasulullah baru tiba di Madinah, pesan pertama yang beliau sampaikan adalah anjuran untuk menebarkan salam, berbagi makanan, dan salat saat orang lain terlelap. Imbalannya adalah masuk surga dengan penuh kedamaian.

Baca Juga: Bolehkah Salat Tarawih tanpa di Akhiri dengan Salat Witir? Begini Penjelasannya

4. Mahkota Kehormatan bagi Mukmin

Berdasarkan pesan Malaikat Jibril kepada Rasulullah, kehormatan seorang mukmin sejati (sharaful mu'min) terletak pada Qiyamul Lail-nya. 

Ibadah ini membangun kemandirian spiritual dan harga diri, sehingga seorang hamba tidak lagi bergantung atau mengharap belas kasih dari manusia lainnya.

5. Harapan yang Tidak Pernah Mengecewakan

Dalam hadis riwayat Ibnu Mas'ud, ditegaskan bahwa Allah tidak akan membiarkan hambanya merasa rugi atau kecewa jika ia mau bangun di tengah malam lalu membaca surat Al-Baqarah dan Ali Imran, setiap harapan dan hajat yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

6. Merasakan Kedekatan dengan Tuhan

Waktu paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya terjadi pada sepertiga malam terakhir. Inilah saat di mana "pintu langit" terbuka lebar bagi mereka yang ingin mengingat Allah dan menumpahkan segala keluh kesahnya dalam sujud yang khusyuk.

Sepuluh hari terakhir adalah garis akhir yang menentukan. Mari kita jadikan Qiyamul Lail sebagai sarana untuk mengetuk pintu langit, memohon ampunan, dan meraih keberkahan yang lebih baik dari seribu bulan.

Baca Juga: Keutamaan yang Didapat seorang Muslim Jika Mengerjakan Salat Tarawih di Bulan Ramadan

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Salat tahajud adalah #10 hari terakhir bulan ramadhan #sholat witir #keutamaan salat malam #amalan 10 hari terakhir bulan ramadhan #salat tahajud #10 hari terakhir ramadan #Amalan 10 hari terakhir Ramadan #amalan 10 hari terakhir ramadhan #10 hari terakhir #amalan bulan ramadhan #amalan ramadhan #amalan bulan ramadan #sholat tarawih #amalan ramadhan 10 hari terakhir #sholat tahajud #sholat tahajud ramadan #salat witir dan salat tarawih #sholat tarawih adalah #salat taraweh #Sholat tahajjud #Salat Witir #qiyamul lail #salat sunnah #amalan ramadan #keutamaan qiyamul lail #salat tarawih #salat tahajud di bulan ramadhan #Salat tarawih dan witir #10 hari terakhir ramadhan