Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sering Disalahpahami, Ini Batas Akhir Sahur dalam Islam: Imsak atau Azan Subuh?

Internship Radar Kediri • Selasa, 10 Maret 2026 | 23:13 WIB

suhoor time
suhoor time

JP RADAR KEDIRI - Setiap bulan Ramadan, pertanyaan mengenai batas akhir waktu sahur kerap muncul di tengah masyarakat. Sebagian orang masih menganggap bahwa waktu imsak merupakan tanda untuk berhenti makan. Padahal, dalam ajaran Islam, penentuan dimulainya puasa sebenarnya ditetapkan saat masuknya waktu subuh.

Pemahaman mengenai perbedaan antara imsak dan subuh penting agar umat Islam tidak keliru dalam menjalankan ibadah puasa. Kesalahpahaman ini dapat membuat seseorang berhenti makan terlalu cepat atau justru masih makan ketika waktu puasa telah dimulai.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Puasa Syawal 6 Hari: Ini Keutamaan, Hukum, dan Tata Cara Menjalankannya

Imsak Sering Dianggap Batas Akhir Sahur

Dalam praktik di Indonesia, waktu imsak biasanya tercantum dalam jadwal imsakiyah yang dibagikan oleh masjid, lembaga keagamaan, maupun instansi pemerintah. Secara bahasa, kata imsak berasal dari bahasa Arab yang berarti menahan diri atau berhenti.

Namun dalam kajian fikih, imsak bukanlah waktu yang menentukan dimulainya puasa. Waktu imsak umumnya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum azan subuh sebagai pengingat bagi umat Islam agar segera menyelesaikan sahur.

Dengan adanya waktu tersebut, masyarakat diharapkan memiliki jeda untuk bersiap sebelum memasuki waktu puasa.

Subuh Menjadi Batas Resmi Dimulainya Puasa

Dalam ajaran Islam, batas dimulainya puasa telah dijelaskan secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan bahwa umat Islam diperbolehkan makan dan minum hingga jelas terbitnya fajar.

Fajar yang dimaksud dalam ayat tersebut menandai masuknya waktu subuh. Ketika waktu subuh telah tiba, umat Islam wajib menghentikan makan dan minum serta mulai menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa.

Baca Juga: Kejar Lailatul Qadar, Ini 5 Amalan Utama di 10 Hari Terakhir Ramadan yang Tak Boleh Terlewatkan

Dalam hadis riwayat hadist Bukhari dan Muslim juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan sahur karena mengandung keberkahan. Bahkan Nabi Muhammad SAW terbiasa makan sahur hingga mendekati waktu subuh dan dijelaskan juga di dalam hadist bahwa jarak antara sahur Rasulullah SAW dan azan subuh sekitar waktu membaca 50 ayat Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa sahur dapat dilakukan hingga mendekati waktu subuh, meskipun tetap dianjurkan berhenti beberapa saat sebelumnya sebagai bentuk kehati-hatian.

Dengan demikian, waktu subuh merupakan batas resmi dimulainya puasa dalam Islam. Sementara itu, imsak hanya berfungsi sebagai pengingat agar umat Islam tidak terlambat menghentikan makan sahur.

Baca Juga: Sering Emosi Saat Puasa? Ini Hukum Marah dan Batasannya Agar Pahala Tak Hangus!

Pemahaman yang benar mengenai waktu sahur diharapkan dapat membantu umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan syariat. Selain memperhatikan waktu sahur, Ramadan juga menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak sedekah, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama.

 

Penulis adalah Anindya Uswatun Kasanah dari Universitas Negeri Surabaya. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#sahur #riwayat Bukhari dan Muslim #puasa ramadan #puasa #Hadist #imsak