JP Radar Kediri - Berbagi di bulan Ramadan tentunya menjadi momen yang sangat dinantikan. Namun, tidak jarang kita masih keliru dalam memahami istilah zakat, infak, dan sedekah. Meskipun tujuannya serupa, yaitu menebar manfaat, ketiganya memiliki ketentuan dan hukum yang berbeda.
Mari kita bedah satu per satu agar ibadah berbagi kita pada tahun 2026 ini menjadi lebih afdal dan terencana.
Zakat, Wajib dan Ada Ketentuannya
Secara bahasa, kata “zakat” berasal dari bahasa Arab “zaka” yang berarti bersih, menyucikan, berkembang. Zakat merupakan rukum Islam ketiga yang berfungsi untuk membersihkan harta dan jiwa seseorang, serta mengurangi kesenjangan ekonomi. Zakat memiliki aturan yang jelas, baik dari segi jumlah maupun penerima.
Hukum zakat adalah wajib bagi setiap Muslim. Terdapat dua jenis zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah dikeluarkan setiap bulan Ramadan, paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri, dan berfungsi untuk menyucikan diri setelah berpuasa sekaligus membantu fakir miskin agar dapat merayakan hari raya dengan layak.
Sementara itu, zakat mal dikeluarkan ketika harta telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun (haul), dengan fungsi membersihkan harta, menumbuhkan keberkahan, serta mendistribusikan kekayaan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya sehingga membantu mengurangi kesenjangan sosial.
Baca Juga: Memahami Zakat Fitrah dan Zakat Mal: Perbedaan, Nisab, dan Batas Waktu Pembayaran
Infak, Pengeluaran Harta Secara Sukarela
Dalam bahasa Arab, “infaq” berarti membelanjakan, mengeluarkan, atau membiayai harta. Infak adalah mengeluarkan sebagian harta untuk kepentingan yang dianjurkan dalam Islam. Berbeda dengan zakat, infak tidak memiliki batas minimal maupun kadar tertentu.
Infak tidak memiliki nisab, batasan waktu, atau ketentuan golongan penerimanya. Jadi, kita bisa berinfak berapa saja, kapan saja, dan ke siapa saja. Infak biasanya dilakukan untuk pembangunan masjid, bantuan sosial, atau kegiatan kemanusiaan.
Sedekah, Lebih Luas dari Sekadar Uang
Secara etimologis, kata “sedekah” berasal dari kata “shadaqa” yang bermakna kebenaran, kejujuran, atau tulus. Sedekah memiliki makna paling luas. Tidak hanya berupa materi, sedekah juga dapat berupa perbuatan baik.
Contoh sedekah antara lain memberi uang kepada yang membutuhkan, membantu orang lain, tersenyum kepada sesama, dan memberikan tenaga atau waktu. Sedekah tidak terikat jumlah, waktu, atau penerima tertentu.
Memahami perbedaan antara zakat, infak, dan sedekah membantu kita untuk lebih tertib dalam beribadah. Apa pun bentuknya, apakah itu kewajiban zakat, ketulusan infak, ataupun ringannya sebuah senyuman sebagai sedekah, semuanya memiliki nilai mulia di mata Allah SWT.
Mari jadikan Ramadan 2026 ini sebagai momentum untuk memperbanyak berbagi, karena harta tidak akan berkurang karena memberi, justru keberkahanlah yang akan terus bertumbuh.
Baca Juga: Zakat Fitrah Harus Diberikan Berupa Beras? Begini Penjelasan Para Ulama dan Anjuran Nabi
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil