JP Radar Kediri – Bulan Ramadan bukan hanya waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga saat yang tepat untuk mengendalikan hawa nafsu, termasuk emosi dan amarah.
Menahan diri ketika marah adalah hal yang penting karena marah dapat memicu perkataan dan perbuatan yang buruk. Maka, kemarahan yang tidak dikontrol bisa mengurangi pahala puasa.
Seorang muslim dituntut untuk menjaga lisan dan tindakannya agar puasa tetap sempurna. Ketika marah, seringkali kita mengucapkan kata-kata yang menyakiti orang lain atau melakukan hal yang tidak seharusnya.
Dalam Islam, mengendalikan amarah merupakan tanda kedewasaan spiritual dan akhlak mulia. Rasulullah SAW bersabda bahwa salah satu cara menjadi terbaik di sisi Allah adalah menahan amarah.
Cara Praktis Menahan Amarah
- Berhenti dan menarik napas dalam-dalam
Saat marah meluap, langkah pertama adalah berhenti sejenak. Jangan langsung bereaksi karena amarah membuat pikiran tidak jernih. Tarik napas dalam-dalam beberapa kali dan fokus pada pernapasan. - Mengingat hal-hal yang menyenangkan
Pikiran kita mudah terbawa emosi saat marah. Untuk mengendalikan amarah, ingat hal-hal yang menyenangkan atau menenangkan hati, misalnya mengingat kenangan indah yang pernah dialami. Mengalihkan pikiran membantu menurunkan intensitas kemarahan. - Menjauh dari tempat atau situasi yang memicu amarah
Jika memungkinkan, jauhkan diri dari situasi atau orang yang memicu amarah. Bisa dengan meninggalkan ruangan atau menenangkan diri di tempat yang sepi. Memberi jarak fisik dan mental membuat kita lebih mudah mengontrol diri.
Cara Menahan Amarah Dari Segi Islam
- Berwudhu dengan air dingin
Wudhu bukan hanya untuk shalat, tetapi juga cara menenangkan hati. Al-Ghazali menyebutkan bahwa air dingin dapat memadamkan api amarah. Ketika marah, berwudhu membantu menurunkan panas emosi, menenangkan tubuh, dan memberi kesempatan untuk refleksi diri. - Membaca Ta’awudz (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ)
Mengucap ta’awudz adalah cara spiritual untuk menenangkan hati. Setan seringkali memprovokasi kemarahan, dan dengan berlindung kepada Allah, hati lebih tenang dan pikiran lebih jernih. - Mengingat Allah
Selalu ingat bahwa Allah mengawasi setiap perkataan dan perbuatan kita. Kesadaran ini membantu menahan diri dari mengucapkan kata-kata kasar atau melakukan hal yang merugikan orang lain. Mengingat Allah juga memberi kekuatan batin untuk bersabar. - Mencari posisi yang lebih rileks
Menurut Imam Al-Ghazali yang dikutip Syekh Jamaluddin al-Qasimi, apabila posisi kita ketika marah itu sedang berdiri, cobalah duduk. Jika sedang duduk, rebahkan tubuh secara miring.
Doa Ketika Marah
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ
Allâhummaghfirlî dzanbî, wa adzhib ghaizha qalbî, wa ajirnî minas syaithâni
Artinya : Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.