JP Radar Kediri – Puasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Bulan suci ini adalah momen spesial untuk memperkuat iman, membersihkan hati, dan membentuk karakter yang lebih baik.
Selain menjalankan puasa wajib, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah yang dapat menambah pahala, mendekatkan diri kepada Allah, serta memberikan manfaat bagi tubuh dan jiwa. Amalan-amalan ini juga membantu menumbuhkan rasa empati, disiplin, dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari.
10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadan
-
Makan Sahur
Makan sahur sebelum waktu imsak merupakan sunnah yang dianjurkan Rasulullah saw. Sahur memberikan berkah tersendiri karena meskipun hanya sedikit, energi dari sahur membantu tubuh tetap kuat selama berpuasa seharian. Rasulullah saw. bersabda
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Artinya: “Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan,” (HR al-Bukhari).
Selain itu, sahur juga mengajarkan disiplin waktu dan kesadaran untuk memulai hari dengan ibadah. Mengonsumsi makanan bergizi saat sahur juga membantu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Baca Juga: Hindari Saat Sahur! 5 Jenis Makanan yang Bikin Bau Mulut Makin Parah Sepanjang Hari
-
Menyegerakan Berbuka Puasa
Ketika waktu berbuka tiba, dianjurkan untuk segera berbuka tanpa menunda. Menunda berbuka puasa tidak disarankan karena bisa melemahkan tubuh. Dengan berbuka tepat waktu, tubuh mendapatkan asupan energi yang dibutuhkan setelah menahan lapar dan haus seharian, sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah saw.
-
Berbuka dengan Kurma dan Air
Rasulullah saw. biasa memulai berbuka dengan kurma dan air putih. Rasulullah saw. bersabda:
إِذَا أفْطَرَ أحَدُكُمْ، فَلْيُفْطرْ عَلَى تَمْرٍ فَإنَّهُ بَرَكةٌ، فَإنْ لَمْ يَجِدْ تَمْراً، فالمَاءُ فَإنَّهُ طَهُورٌ
Artinya : Jika salah seorang dari kaliah hendak berbuka, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah. Jika tidak ada, maka dengan air karena aitu itu bersih. (HR At-Tirmidzi).
Kurma memberikan energi cepat karena mengandung gula alami dan nutrisi penting. Air membantu mengembalikan cairan tubuh. Amalan sederhana ini tidak hanya sunnah, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh saat menjalani puasa.
-
Membaca Doa dan Dzikir saat Berbuka
Sebelum berbuka, membaca doa khusus merupakan adab sunnah yang menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, memperbanyak dzikir dan mengingat Allah menjadikan hati lebih tenang dan mempersiapkan diri untuk menjalani sisa malam dengan ibadah dan kegiatan positif lainnya.
-
Salat Tarawih dan Qiyamul Lail (Salat Malam)
Tarawih merupakan salat sunnah khusus bulan Ramadan yang dikerjakan berjamaah setelah salat Isya. Salat malam (Qiyamul Lail) di sepertiga malam terakhir memberi kesempatan untuk berdoa lebih khusyuk, membaca Al-Qur’an, dan mendekatkan diri kepada Allah. Amalan ini sangat dianjurkan terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena adanya Lailatul Qadar.
-
Memperbanyak Membaca dan Menghayati Al-Qur’an
Kegiatan membaca, memahami, dan mengkhatamkan Al-Qur’an menjadi salah satu amalan utama. Membaca Al-Qur’an setiap hari membantu menumbuhkan kesadaran spiritual, memperkuat iman, dan memberi ketenangan batin. Menghayati maknanya juga dapat memperbaiki akhlak dan perilaku sehari-hari.
-
Memberi Sedekah dan Berbagi dengan Sesama
Memberi sedekah, terutama untuk orang yang berpuasa atau yang membutuhkan, merupakan amalan ringan yang pahalanya besar. Sedekah bisa berupa makanan, minuman, atau bantuan materi lain. Selain menambah pahala, amalan ini menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, dan solidaritas dalam masyarakat.
-
I’tikaf di Sepuluh Malam Terakhir
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadan. Hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan Aisyah ra. berbunyi
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]
Artinya: Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat. [HR. Muslim]
Amalan ini termasuk cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah, berdoa, membaca Al-Qur’an, dan merenungi kehidupan. I’tikaf juga memberi ketenangan batin dan kesempatan memperoleh Lailatul Qadar, malam yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan.
Baca Juga: Cek Sekarang! Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Resmi dan Cara Download
-
Menjaga Ucapan dan Perilaku
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan kasar, gosip, dan perilaku negatif. Menjaga tutur kata dan sikap selama Ramadan membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih sabar, penuh hormat, dan berakhlak mulia. Ini juga membuat ibadah puasa lebih sempurna karena menjaga hati dan pikiran tetap bersih.
-
Memperbanyak Doa dan Memohon Ampunan
Ramadan adalah momentum terbaik untuk berdoa, memohon ampunan, dan memperbaiki diri. Selama bulan suci ini, doa-doa lebih mustajab, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak permohonan ampunan, memohon kebaikan untuk diri, keluarga, dan seluruh umat. Dengan doa, hati menjadi lebih tenang, dan kesadaran spiritual semakin meningkat.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil