JP RADAR KEDIRI – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh penjuru dunia mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental. Kesiapan hati menjadi kunci agar ibadah di bulan penuh rahmat dapat dijalani dengan maksimal.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan pentingnya menyambut Ramadhan dengan perasaan gembira sebagai wujud keimanan atas datangnya bulan penuh rahmat.
Berikut teks khutbah Jumat yang bisa jadi referensi kamu:
KHUTBAH PERTAMA
Alhamdulillahi hamdan katsiran thoyyiban mubarokan fih. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Amma ba’du. Faya 'ibadallah, ittahullah haqqo tuqatih, wala tamutunna illa wa antum muslimun.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita panjatkan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya, terutama nikmat umur sehingga kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang berbahagia,
Ramadhan bukan sekadar pergantian kalender, namun juga bulan pendidikan (syahrut tarbiyah). Ramadhan adalah kesempatan berharga untuk menata hati dan mendekat kepada-Nya. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan dan seluruh umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
"Ya ayyuhalladzina amanu kutiba 'alaikumus shiyamu kama kutiba 'alalladzina min qablikum la'allakum tattaqun."
Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Agar Ramadhan tidak berlalu begitu saja, marilah kita bersiap diri. Mulailah dengan menyiapkan mental dan kegembiraan, karena hati yang lapang akan membuat ibadah terasa ringan. Sempurnakan pula dengan persiapan ilmu, yakni mempelajari kembali aturan puasa agar ibadah kita sah dan terarah sesuai sunnah.
Selain itu, penting bagi kita untuk membersihkan hati dengan saling memaafkan agar tidak ada beban dendam saat beribadah. Terakhir, jagalah kesiapan fisik melalui pola hidup sehat agar kita kuat menjalankan puasa sekaligus menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan salat Tarawih secara maksimal.
Semoga Ramadhan tahun ini membawa perubahan yang lebih baik dalam diri kita.
Baarakallahu lii walakum fil qur'anil 'azhim. Aquulu qowlii hadza wastaghfirullahal 'azhim lii walakum walisai'ril muslimina faghstaghfiruuhu, innahu huwal ghafurur rahim.
Baca Juga: Jadwal Pencairan Bansos Beras 40 Kg 2026, Stok KPM di Bulan Ramadhan Aman
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillahi 'ala ihsanihi wassyukru lahu 'ala taufiqihi wa imtinanihi. Asyhadu alla ilaha illallah wallahu wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh.
Hadirin sekalian, marilah kita berdoa dengan khusyuk:
Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al-ahya’i minhum wal amwat.
(Ya Allah, ampunilah dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat).
Allahumma ballighna Ramadhan.
(Ya Allah, sampaikanlah kami hingga bertemu dengan bulan Ramadhan).
Allahumma a‘inna ‘ala shiyamihi wa qiyamihi.
(Ya Allah, bantulah kami agar mampu menjalankan puasa dan menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah).
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.
(Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka).
Ibadallah, innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan. Fadzkurullahal 'azhima yadzkurkum, wasykuruhu 'ala ni'amihi yazidkum, waladzikrullahi akbar. Aqimus sholah.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil