JP-Radar Kediri - Berikut adalah orang-orang penting alumni Pondok Lirboyo, mereka menjadi bukti nyata bahwa pesantren tradisionalpun dapat mencetak tokoh-tokoh besar yang dapat berperan penting dalam beragama, sosial, hingga kebangsaan.
Berlokasi di Kediri, Jawa Timur, Pondok Pesantren Lirboyo menjadi salah satu pondok pendidikan islam tertua yang masih mempertahankan tradisi salaf, tetapi juga bisa beradaptasi selagi berkembangnya zaman.
Banyak santri yang lulus dan berkembang menjadi ulama besr, tidak menutup kemungkinan bahkan ada yang menjadi pemimpin organiasi, ataupun tokoh publik.
Hadirnya mereka juga banyak yang dari dulunya dari lingkungan yang sederhana. Nilai-nilai yang di bawa dari pesantren disebarkan ke ranah yang lebih luas, sehingga menjebatani ajaran klasik dengan realitas modern.
Berikut adalah Alumni Lirboyo yang paling terkenal dan berpengaruh di Indonesia.
1. KH. Maimoen Zubair
KH.Maimoen lZubair adalah lulusan pondok lirboyo paling terkenal. Beliau merupakan ulama kharismatik yang berasal dari Rambang, keteguhannya ilmu nya yang kuat serta keluasan pandangan terhadap umat.
Beliau mengabdikan hidupnya untuk pendidikan serta dakwah. KH.Maimoen Zubair juga memimpin pesantren besar Jawa Tengah, Pondok Pesantren Al-Anwar.
Beliau mengajarkan fiqih hinga persoalan sosial. Keilmuannya bahkan sampai sekarang masi ada dan terus hidup melalui murid-murid nya yang tersebar di seluruh Indonesia.
2. KH. Said Aqil Siradj
KH. Said Aqil Siradj adalah lulusan dari Pondok Lirboyo dan beliau adalah dikenal sebagai tokoh nasional yang membawa nilai islam rahmatan lil'alamin.
Beliau adalah mantan ketum PBNU, dalam perjalanan hidupnya menunjukan bahwa seorang santri biasa dapat menjadi pemimpin yang berwawasan luas tanpa mengasingkan akar keilmuan dari pesantren.
3. KH. Mustofa Bistri
KH.Mustofa Bistri beliau di kalangan orang umum di kenal bukan hanya sebagai ulama, tetapi juga sebagai seniman, penyair hingga pemikir sosial yang moderat. Sehingga beliau juga mendapat julukan Gus Mus.
Ini menjadikan contoh nyata bahwa santri dapat berdakwah melalui berbagai macam media apapun, milai dari budaya ataupun sastra. Gus Mus banyak dihormati oleh berbagai macam kalangan lintas generasi maupun agama, karena gaya dakwah yang lembut tetapi memiliki makna yang dalam. Wajah Islam yang damai, toleran dan penuh kasih sayang, itulah yang di kenalkan oleh Gus Mus melalui karya-karyanya.
4. KH. Manaf Achmad Nasir
Sosoknya yang teguh melindungi nilai-nilai klasik pesantren sambil tetap terbuka terhadap kemajuan pendidikan islam yang memasuki era modern ini. Dia juga mempertahankan perannya dalam melanjutkan tradisi keilmuan pesantren hingga kepemimpinan keagamaan di tingkat lokal.
Memiliki karakteristik dalam mendorong santri untuk berfikir kritis dan berkontribusinya di masyarakat. Membuat beliau di segani oleh santri karena keteguhan dan kesederhanaannya. Ini juga menjadi semangat tersendiri oleh santri, yang akan membuat mereka mengabdi tanpa pamrih.
5. Ning Imaz (Fatimatuz Zahra)
Tidak hanya tokoh laki-laki ada juga tokoh perempuan yang berhasil menjadi alumni terkenal. Ning Imaz atau yang memiliki nama asli Fatimatuz Zahra adalah sosok perempuan aktif dalam berdakwah melalui sosial media.
Adanya beliu menjadikan Pondok Pesantren Lirboyo, mampu mencetak simbol generasi perempuan yang cerdas, berdaya atau berdakwah dengan cara yang modern di zaman digital sekarang. Seperti meyuarakan isu-isu keagamaan hingga pendakatan terhadap santri yang santun membuatnya menjadi digemari oleh kalangan anak muda sekarang.
Dalam dunia yang terus berkembang, di era ini alumni Lirobyo menjadi salah satu Pondok Pesantren yang muncul dengan semangat baru. Santri-santri diajarkan toleransi, memperjuangkan pendidikan, hingga menjadi contoh yang baik untuk masyarakat. Orang-orang diatas, menyampaikan pembelajan islam dengan cara-cara mereka sendiri seperti : berdakwah, organisasi keagamaan seni, hingga pendidikan modern.
Penulis adalah Diyas Juni Irwanto. Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.