“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Pembuka
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah…
Alhamdulillah Allah kembali mempertemukan kita di hari Jumat yang penuh berkah ini. Semoga shalat Jumat dan semua ibadah kita diterima oleh Allah dan menambah ketakwaan kita. Amin.
“Di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik seluruh tubuh. Jika rusak, maka rusak seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati.” (HR Bukhari & Muslim)
Yang dimaksud "hati" di sini bukan liver secara fisik, tetapi qalbu, pusat kesadaran, perasaan, dan iman.
“Pada hari dimana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna”, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (Asy-Syu’ara: 88–89)
Macam-Macam Hati
Dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan bahwa hati itu ada yang sehat, sakit, dan ada yang keras. Hati yang keras digambarkan Allah dalam ayat:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ…
“Hati kalian menjadi keras seperti batu…” (Al-Baqarah: 74)
Tiga Penyakit Hati Paling Berbahaya Menurut Imam Al Ghali
1. Hasad (Iri Dengki)
Yaitu tidak senang melihat nikmat yang Allah berikan kepada orang lain dan berharap nikmat itu hilang dari mereka.
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebiji sawi dari kesombongan.” (HR Muslim)
Sombong menghalangi seseorang menerima kebenaran dan merendahkan orang lain.
Kita harus sadar, semua yang kita miliki hakikatnya adalah pemberian Allah. Tak ada satupun yang perlu kita sombongkan.
3. Cinta Dunia Berlebihan
Rasulullah SAW bersabda:
حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيْئَةٍ
“Cinta dunia yang berlebihan adalah sumber segala kesalahan.”
Islam tidak melarang mencari harta, rumah bagus atau kendaraan nyaman, tetapi jangan sampai dunia masuk ke dalam hati dan membuat kita lupa akhirat.
Niatkan dalam mencarai duni sebagai sarana ibadah. Misalnya agar bisa membayar zakat, bersedekah, membuka lapangan kerja bagi sesama dan lain sebagainya.
“Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Akan tetapi, yang aku khawatirkan adalah jika dunia dibentangkan untuk kalian sebagaimana telah dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian berlomba-lomba memperebutkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, hingga akhirnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana ia telah membinasakan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS Ar-Ra'd: 28)
Dzikir terbagi menjadi:
Dzikir lisan – membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan Al-Qur’an
Dzikir hati – merasa diawasi Allah, merenung, mengingat Allah dalam diam
Dzikir anggota tubuh – seluruh perbuatan kita mengikuti perintah Allah
Bila ketiganya bersatu, hati akan sembuh dan menjadi tenang.
Penutup
Kita memohon kepada Allah agar diberi taufik untuk membersihkan hati kita dari hasad, sombong, dan cinta dunia berlebihan, agar kelak bisa menghadap Allah dengan hati yang selamat.