Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Jamsaren Kediri Punya Tradisi untuk Rayakan Maulid Nabi,Tua Muda Lakukan Hal Ini

Ayu Ismawati • Sabtu, 6 September 2025 | 15:05 WIB

 

ANTUSIAS SEDEKAH: Ratusan jemaah berebut koin yang dilempar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Wakaf Jamsaren, Kamis (4/9) malam.
ANTUSIAS SEDEKAH: Ratusan jemaah berebut koin yang dilempar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Wakaf Jamsaren, Kamis (4/9) malam.

JP Radar Kediri-Sejumlah anak-anak datang ke Masjid Wakaf Jamsaren, beberapa saat sebelum Salat Isya dimulai, Kamis malam (4/9). Beberapa dari mereka sudah siap dengan kantong plastik untuk ikut tradisi lempar uang koin. Ritual itu memang rutin digelar setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Seksi Peribadatan Takmir Masjid Wakaf Jamsaren Muhammad Luthfi Hataki mengatakan, tradisi itu rutin digelar sehari jelang Maulid Nabi Muhammad SAW. Yakni, setelah salat Isya. Tujuannya sebagai wujud syukur dari jemaah masjid.

“Motivasinya kalau dulu itu agar orang-orang mau ke masjid. Kalau sekarang mungkin motivasinya lain. Tapi pada dasarnya, tujuannya untuk syiar dan tasyakur,” ujar Lutfhi.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, koin-koin yang dilempar Kamis malam lalu beragam. Mulai pecahan Rp 200, Rp 500, Rp 1.000. Bahkan ada yang membawa uang kertas Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Semuanya berasal dari warga sekitar yang menyedekahkan sebagian rezekinya untuk masyarakat. 

Luthfi menuturkan, uang yang disedekahkan masyarakat itu merupakan hasil yang dikumpulkan selama setahun terakhir. Karenanya, jumlah yang terkumpul relatif banyak.

Begitu tradisi lempar koin dimulai. Anak-anak dan orang dewasa yang sudah berkumpul pun langsung siap-siap rebutan. Hanya dalam hitungan detik, uang koin dan uang kertas yang dilempar langsung habis diambil jemaah. Gelak tawa mewarnai acara penyambutan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

“Kalau saya mengambil dawuh-nya Pak Lik (almarhum Kiai Douglas Toha Yahya) bagaimana kita bisa menyenangkan umatnya Kanjeng Nabi. Kan setahun sekali sebagai ungkapan rasa syukur,” tuturnya terkait tradisi sedekah yang dikemas dengan cara unik itu. 

Berapa jumlah uang yang dilempar dalam acara Kamis malam itu? pengurus takmir tidak mengetahui secara pasti karena tidak pernah dihitung. Koin dari masyarakat itu langsung digabung. Saat aba-aba dimulai, jemaah akan langsung melemparkan uang ke atas sembari melantunkan salawat.

“Biasanya setelah Maulid tahun ini mereka akan menabung. Menabung untuk Maulid yang akan datang,” papar Luthfi.

Sementara itu, Abdur, 9, salah satu anak yang ikut tradisi lempar koin terlihat semringah. Dia berhasil mengumpulkan segenggam uang di tangannya. Nominalnya bervariasi. Mulai dari koin-koin hingga uang kertas pecahan Rp 2 ribu. 

Demi ikut acara itu, dia mengaku sudah datang sejak pukul 17.30 bersama orang tua, kakak, dan adiknya. Selain merayakan Maulid, dia juga ingin berburu koin di sana. “Dapat Rp 10 ribu. Macem-macem (jenis koinnya, Red),” ungkapnya sembari menyebut uang yang didapatkannya akan disimpan untuk ditabung. (*)

Editor : Mahfud
#maulid nabi #koin