KEDIRI, JP Radar Kediri- Tasyakuran dalam memperingati Hari Jadi Jawa Pos Radar Kediri Ke-26 berlangsung khidmat dan intimate.
Di gelar di halaman belakang kantor Radar Kediri di Kecamatan Gampengrejo, puncak hari jadi itu diisi dengan kegiatan santunan anak yatim piatu dan pengajian.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan itu turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah Bandar Kidul KH Zubaduzzaman.
Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad mengatakan, tema perayaan hari jadi tahun ini memang berbeda.
Tak seperti tahun-tahun sebelumnya saat perayaan hari jadi turut mengundang jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan berbagai stakeholder.
Tahun ini perayaan hari jadi Radar Kediri digelar secara sederhana dengan tema ‘creates intimacy’.
“Pada malam hari ini kami mengangkat tema ingin mengakrabkan diri dengan keluarga-keluarga kita, tetangga-tetangga kita,” ujar pria yang akrab disapa Kum itu.
Selain karyawan dan anggota keluarganya, masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar kantor Radar Kediri juga ikut meramaikan.
Dengan mengajak serta masyarakat di sekitar, harapannya bisa membawa kesejahteraan bagi Radar Kediri dan masyarakat sekitar.
Kum mengatakan, seiring waktu semakin sulit bagi bisnis media untuk bertahan. Termasuk bagi keluarga besar Jawa Pos Radar yang memasuki masa tersulit di tahun ini.
Untuk itu, selama tiga tahun terakhir, Radar Kediri mulai mencanangkan semangat konvergensi media.
Tidak hanya bertahan dengan media cetak, Radar Kediri terus menggenjot platform lain. Di antaranya media online, media sosial, dan off-print.
“Mohon doanya semoga Jawa Pos Radar Kediri terus dibutuhkan, terus tumbuh, dan semakin berkembang,” tandasnya.
Sementara itu dalam tausiyahnya, KH Zubaduzzaman berpesan tentang pentingnya menjaga dan menguatkan iman.
Termasuk dalam berjuang di jalan bisnis media, pengasuh Ponpes Al Ishlah Bandar Kidul itu menekankan pentingnya menjaga akhlak baik.
Salah satunya dengan menegakkan salat. Wejangan dari kyai yang akrab disapa Gus Bad itu juga agaknya relevan dengan kerja-kerja jurnalistik yang kerap turun ke lapangan.
“Walaupun di lapangan, tetap sholat. Karena sholat itu tiangnya agama. Kalau sholatnya bagus, amalnya juga baik. Kuncinya sholat,” pesannya.
Selain itu, Gus Bad juga mengingatkan agar sesama kolega saling mengingatkan. Utamanya dalam hal-hal kebaikan yang harus disebarkan.
“Tadi bapak direktur (Direktur JP Radar Kediri Kurniawan Muhammad) juga mengajak semua karyawan untuk berjuang. Kalau ingin berjuang, pesannya cuma tiga: sabar, ikhlas, gak nggremeng (tidak mengeluh, red),” tandasnya. (ais/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita