KEDIRI, JP Radar Kediri– Tokoh nasional berdatangan ke Pondok Ploso Kediri tadi malam (4/7). Mereka hadir untuk mengikuti acara haul akbar masyayikh dan penutupan harlah 100 tahun Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Pantauan koran ini, sedikitnya ada lima belas ribu jamaah yang memadati Ponpes Ploso Kediri. Para jemaah itu hadir bersama rombongan. Baik keluarga maupun kelompok mengaji. Bahkan beberapa alumni pondok juga turut menghadiri acara.
Bahkan ada jemaah yang sudah hadir sejak kemarin. Mereka berasal dari luar kota. Sebagian juga ada yang datang sejak pagi agar mendapatkan tempat yang strategis. Untuk bisa mendengarkan dan melihat secara langsung tokoh penting yang datang.
Acara dimulai pukul 19.30. Diawali dengan kegiatan mengaji kitab. Sekitar pukul 21.50 tokoh penting yaitu KH Ma’ruf Amin mulai naik ke atas panggung untuk memberikan mauidhoh hasanah. “Ponpes Al Falah (Ploso, Red) ini salah satu dari beberapa pondok pesantren yang berhasil menciptakan santri-santri hebat yang menjadi pemimpin,” jelasnya.
Menurutnya pemimpin ini harus memiliki ilmu dan pengalaman yang banyak. Itu karena harus peka dan mengetahui segala kondisi yang ada di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, sangat penting bagi pemimpin memiliki bekal yang cukup dalam melayani masyarakat. Sebab jika tidak, mereka justru akan menjadi permainan banyak orang.
Untuk diketahui, selain mantan wakil presiden Ma’ruf Amin, ada juga Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Muhaimin Iskandar. Lalu Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto serta Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Tak hanya itu, para pemimpin pondok pesantren lain juga turut hadir. Diantarannya Abdullah Kafabihi Mahrus pemimpin Pondok Pesantren Lirboyo, Abdul Qoyyun Mansur selaku pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Lasem, dan para petinggi pondok pesantren lainnya.
Hingga pukul 23.00 para jemaah masih tampak khidmat mendengarkan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh tokoh-tokoh penting secara bergantian. Sebab mereka meyakini selalu ada pesan tersirat dari setiap dakwah yang mereka sampaikan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian