Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Peristiwa-peristiwa Penting pada 10 Muharram atau Hari Asyura

Mohammad Basid Alharis • Minggu, 29 Juni 2025 | 17:24 WIB
Ilustrasi perahu Nabi Nuh di tanggal 10 Muharram.
Ilustrasi perahu Nabi Nuh di tanggal 10 Muharram.

JP Radar Kediri - Tanggal 10 Muharram, yang dikenal sebagai Hari Asyura, merupakan salah satu hari yang penuh makna dalam kalender Islam.

Asyura memiliki tempat istimewa, baik dalam sejarah Islam maupun dalam tradisi umat Muslim, karena berbagai peristiwa penting yang dipercaya terjadi pada hari ini.

Hari ini dirayakan secara berbeda oleh berbagai mazhab Islam, namun secara umum, banyak umat Muslim memperingatinya sebagai hari ibadah, refleksi, dan sejarah.

Berikut beberapa peristiwa besar yang diyakini terjadi pada 10 Muharram. Pertama, diselamatkannya Nabi Musa dari Fir’aun.

Salah satu peristiwa paling dikenal yang terjadi pada 10 Muharram adalah diselamatkannya Nabi Musa a.s. dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun dan pasukannya.

Allah membelah Laut Merah untuk Nabi Musa dan kaumnya, sedangkan Fir’aun dan pasukannya tenggelam. Peristiwa ini sangat penting hingga Nabi Muhammad ﷺ sendiri berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Musa, dan menganjurkan umat Islam untuk ikut berpuasa.

Kedua, kesyahidan Imam Husain di Karbala. Peristiwa yang paling dikenang oleh kaum Syiah, dan juga dihormati oleh banyak Sunni, adalah kesyahidan cucu Nabi Muhammad ﷺ, yaitu Imam Husain bin Ali r.a., pada 10 Muharram tahun 61 H (680 M) di Karbala, Irak. Imam Husain dan rombongannya dibantai oleh pasukan Yazid bin Muawiyah dalam sebuah tragedi berdarah yang mengguncang dunia Islam. Tragedi Karbala menjadi simbol perjuangan melawan kezaliman dan ketidakadilan.

Ketiga, tobatnya Nabi Adam diterima oleh Allah. Diyakini bahwa taubat Nabi Adam a.s. diterima oleh Allah SWT pada tanggal 10 Muharram, setelah beliau diturunkan dari surga. Ini menjadi simbol ampunan dan kasih sayang Allah bagi hamba-Nya yang bertobat dengan sungguh-sungguh.

Keempat, naiknya Nabi Idris ke Langit. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa Nabi Idris a.s. diangkat ke langit pada hari Asyura. Nabi Idris dikenal sebagai nabi yang sangat rajin menulis dan belajar, serta diberi kedudukan tinggi oleh Allah.

Kelima, diselamatkannya Nabi Nuh dan pengikutnya. Pada hari Asyura, dipercaya bahwa kapal Nabi Nuh a.s. mendarat di Bukit Judi setelah banjir besar yang melanda bumi surut. Ini adalah simbol keselamatan bagi orang-orang beriman dan taat.

Keenam, Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan. Dikatakan bahwa pada hari Asyura, Nabi Yunus a.s. dikeluarkan dari perut ikan paus setelah sebelumnya berdoa memohon ampunan kepada Allah. Peristiwa ini menunjukkan keagungan doa dan pengampunan Allah SWT.

Ketujuh, Nabi Ibrahim selamat dari api Namrud. Hari Asyura juga diyakini sebagai hari ketika Nabi Ibrahim a.s. diselamatkan dari kobaran api oleh Allah setelah dilemparkan ke dalamnya oleh Raja Namrud. Api tersebut menjadi dingin dan menyelamatkan Nabi Ibrahim.

Kedelapan, lahirnya Nabi Isa atau diangkatnya ke Langit. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa Nabi Isa a.s. lahir atau diangkat ke langit pada hari Asyura, meski tidak semua ulama sepakat dalam hal ini. Namun, tetap menjadi bagian dari keistimewaan hari tersebut.

Hari Asyura menjadi momen penting untuk refleksi spiritual, memperbanyak amal saleh, serta mengenang sejarah dan perjuangan para nabi serta tokoh besar Islam.

Umat Islam disunnahkan berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram), dan lebih utama jika ditambah dengan puasa pada tanggal 9 (Tasu’a) atau 11 Muharram.

 

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#10 muharam #umat muslim #hari Asyura #tradisi