Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Doa Awal Muharram Balai Kota Kediri Dipenuhi Puluhan Ribu Santri dan Masyarakat, Ini Harapan Wali Kota Vinanda

Ayu Ismawati • Jumat, 27 Juni 2025 | 02:54 WIB
Ribuan santri saat acara doa awal Muharram di Balai Kota Kediri Kamis malam (26/6)
Ribuan santri saat acara doa awal Muharram di Balai Kota Kediri Kamis malam (26/6)

JP Radar Kediri-Puluhan ribu santri dan masyarakat tumpah ruah di halaman Balai Kota Kediri dan beberapa ruas jalan di sekitarnya, kemarin sore. Mereka melantunkan doa bersama dalam istighotsah menyambut tahun baru Islam 1 Muharram.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, lautan manusia berpakaian serba-putih mengular dari halaman Balai Kota Kediri hingga sepanjang Jl Basuki Rahmat. Kemudian, jemaah doa bersama juga meluas hingga area titik nol Kota Kediri, Jl Hayam Wuruk, hingga Jl Dhoho.

Doa dan istighotsah dimulai sekitar pukul 17.00, yang dipimpin oleh Kiai Abdul Hamid Abd Qodir. Selanjutnya, doa akhir tahun dipimpin oleh Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Anwar Manshur. Setelah melakukan doa akhir tahun, jemaah langsung menunaikan salat Maghrib berjamaah. Kemudian, dilanjutkan doa awal tahun yang dipimpin Kiai Kafabihi Mahrus, pengasuh Ponpes Lirboyo.

Untuk diketahui, tahun ini merupakan kali pertama doa akhir tahun dan awal tahun baru Muharram digelar di Balai Kota Kediri. Sebelumnya, doa bersama digelar di Ponpes Lirboyo atau di area Masjid Agung Kota Kediri.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Kiai Anwar Iskandar dalam ceramahnya menyoroti peran pemuda—termasuk santri—sebagai calon pemimpin masa depan. Dia berharap para pemuda saat ini bisa membawa perubahan yang lebih baik.

“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, itulah orang yang beruntung,” ungkap pria yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Jika perilaku umat hari ini sama dengan kemarin, menurut pria yang akrab disapa Gus War itu, otomatis mereka tergolong orang yang merugi. Apalagi, jika ternyata lebih buruk dari hari sebelumnya. Mereka tergolong orang yang menghadapi kehancuran.

“Sekarang pilihannya ada tiga. Apakah kita ingin menjadi orang yang beruntung, atau orang yang merugi atau bahkan orang yang hancur. Itu semuanya diserahkan kepada kita,” terangnya.

Terpisah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan pemkot sudah menyiapkan doa bersama sejak beberapa hari terakhir. Terutama dengan kehadiran puluhan ribu jemaah di sana.

“Acara malam ini adalah bukti bahwa Kota Kediri tidak hanya membangun secara fisik tetapi juga spiritual,” ungkap Vinanda.

Dengan berkumpulnya berbagai elemen mulai dari ulama, tokoh masyarakat, santri dan warga, serta unsur pemerintah untuk berdoa bersama, menurutnya juga jadi upaya merawat tradisi kebaikan. Serta menjaga spiritual Islam yang telah mengakar di Kota Kediri.

Diawali Kirab Budaya Pagi, Ditutup Istighotsah di Sore Hari 

Sedikitnya ada sekitar 20 ribu jemaah yang mengikuti doa bersama kemarin sore. Sebelumnya, sekitar pukul 08.00 kemarin pemkot menggelar kirab budaya dalam rangkaian tutup tahun Muharram. Kirab budaya dan tumpengan diikuti oleh kelurahan dan kecamatan di Kota Kediri.

Sedikitnya ada 46 tumpeng dan gunungan hasil bumi yang diarak dari Masjid Agung menuju Balai Kota Kediri kemarin pagi. “Tumpengan ini merupakan bentuk rasa syukur kita karena telah diberikan nikmat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dan semoga di tahun baru ke depan ini Kota Kediri bisa lebih baik lagi, masyarakatnya bisa lebih sejahtera lagi,” harap Vinanda.

Selain tumpengan, kirab juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya. Mulai dari jaranan, barongan, barongsai, hingga hadrah. Seluruhnya merupakan persembahan dari kelurahan di Kota Kediri. “Ini juga salah satu cara untuk melestarikan budaya dan masyarakat juga banyak yang antusias,” tandasnya. (*) 

Editor : Mahfud
#doa bersama #Vinanda Prameswati #muharram 2025