JP Radar Kediri-Jalur nasional Kediri-Surabaya padat merayap, Sabtu (21/6) malam lalu. Hal tersebut setelah ribuan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia memadati area Ponpes Al Ihsan, di Dusun Jampes, Desa Putih, Gampengrejo untuk memperingati haul ke-73 Syaikh Ihsan atau Mbah Ihsan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, ribuan jemaah tak sekadar mengikuti doa bersama di area pesantren. Melainkan mereka langsung berziarah di makam Syaikh Ihsan yang letaknya berjarak ratusan meter dari area pondok.
Mobilitas jemaah dari makam ke area pesantren inilah yang membuat jalur nasional padat merayap. Apalagi, di sisi kanan dan kiri jalan dipenuhi bus dan kendaraan roda empat lain yang mengantar jemaah.
Saking banyaknya jemaah yang merayakan haul Syaikh Ihsan, area pesantren tak cukup untuk menampung. Tidak sedikit yang lesehan di tepi jalan nasional untuk menyimak rangkaian acara haul. Para jemaah rela berdiam sejak sore hingga dini hari untuk memperingati wafatnya ulama yang lahir pada 1901 silam itu.
Kiai Agus Salim Imamudin, salah satu alumni Ponpes Al Ihsan mengaku mendapat banyak ilmu selama mengenyam pendidikan di pesantren. Pria asal Cilacap yang mondok sejak 1968 hingga 1975 itu rutin menghadiri haul Kiai Ihsan setiap tahunnya.
“Saya delapan bersaudara, yang enam laki-laki semuanya tamatan pondok Mafatihul Huda Jampes. Termasuk saya yang nomor tiga,” kenangnya sembari menyebut ilmu yang didapat di pondok jadi bekal untuk mengajar.
Selepas dari Ponpes Al Ihsan, Agus mulai mengajar di beberapa daerah di Indonesia. Termasuk mengembangkan ilmunya hingga ke Makkah. Meski sempat menghadapi tantangan bahasa, modal ilmu nahwu shorof yang didapat di pesantren memudahkannya.
“Alhamdulillah bisa mengikuti selama saya belajar di Makkah. Itu keuntungannya,” lanjutnya bersyukur.
Terpisah, Kiai Agus Mangku Alam yang mewakili keluarga Ponpes Al Ihsan Jampes menyampaikan terima kasih atas kehadiran ribuan jemaah. Jemaah dari Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, dan beberapa daerah lainnya di Indonesia rela datang dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
“Mbah Ihsan itu kalau menurut saya nggak butuh dunia. Ora butuh tenar neng dunyo. Tapi Insya Allah Mbah Ihsan tenar di akhirat. Dan semoga kita semua nggandol (mengikuti jejak, Red) Mbah Ihsan, Mbah Dahlan, nggandol poro masyayikh,” jelasnya.
Sekretaris Peringatan Haul Ke-73 Syeikh Ihsan Imam Murofik para jemaah mengikuti tablig akbar hingga pengajian umum yang berlangsung hingga dini hari. Wakil Ketua Umum PBNU Kiai Zulfa Mustofa memberikan ceramah terkait kiprah Mbah Ihsan.
“Perkiraan yang hadir kurang lebih sekitar delapan ribu jemaah. Mulai dari Tegal, Kebumen, Malang, Brebes, Kuningan, Jakarta, Cilacap, dan wilayah Kediri sekitarnya,” paparnya. (*)
P
Editor : Mahfud