JP Radar Kediri - Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah dan termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam.
Kata Muharram sendiri berarti yang diharamkan atau yang dimuliakan, menunjukkan bahwa bulan ini memiliki kehormatan khusus di sisi Allah SWT.
Dalam sejarah Islam, banyak peristiwa penting terjadi di bulan ini yang menjadi pelajaran spiritual, moral, dan sejarah bagi umat Muslim. Di antara peristiwa-peristiwa tersebut, berikut beberapa yang paling menonjol.
Pertama, adalah peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Meskipun peristiwa hijrah secara teknis terjadi pada bulan Rabiul Awal, kalender Hijriyah dimulai dari bulan Muharram atas usulan sahabat Umar bin Khattab.
Oleh karena itu, Muharram sering dikaitkan dengan dimulainya era baru bagi umat Islam, yakni zaman pembangunan masyarakat Muslim di Madinah.
Kedua, puasa Asyura (10 Muharram). Pada tanggal 10 Muharram, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa. Nabi Muhammad SAW mencontohkan puasa pada hari ini karena merupakan hari di mana Nabi Musa AS dan kaumnya diselamatkan dari kejaran Firaun dan tentaranya.
Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu. (HR. Muslim).
Puasa Asyura juga sering dilengkapi dengan puasa Tasu’a (9 Muharram) untuk membedakan diri dari kaum Yahudi yang juga merayakannya.
Ketiga, ada tragedi karbala (10 Muharram, 61 H). Salah satu peristiwa paling memilukan dalam sejarah Islam adalah tragedi Karbala, yang terjadi pada tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriyah (680 M).
Dalam peristiwa ini, cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain bin Ali, beserta keluarga dan para pengikutnya gugur secara tragis di padang Karbala (sekarang di Irak), dalam perjuangan melawan kekuasaan yang dianggap zalim, yaitu pemerintahan Yazid bin Muawiyah dari Dinasti Umayyah.
Peristiwa ini dikenang bukan hanya oleh umat Syiah, tetapi juga oleh sebagian umat Sunni sebagai simbol perjuangan melawan ketidakadilan dan penindasan.
Keempat, peristiwa Nabi Nuh AS dan Kapalnya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa perahu Nabi Nuh AS mendarat dengan selamat di Bukit Judi pada hari Asyura setelah banjir besar yang melanda dunia. Ini menjadi momen syukur dan keselamatan dari bencana besar.
Kelima, peristiwa Nabi Yunus AS dan Ikan Paus. Dalam beberapa kisah, disebutkan pula bahwa pada hari Asyura, Nabi Yunus AS dikeluarkan dari perut ikan paus, setelah sebelumnya berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Jadi, di Bulan Muharram bukan hanya awal tahun Hijriyah, tetapi juga bulan refleksi spiritual yang penuh makna. Ia mengajarkan nilai-nilai kesabaran, pengorbanan, keadilan, dan keikhlasan.
Momen-momen penting seperti puasa Asyura dan tragedi Karbala memberikan pelajaran mendalam bagi umat Islam untuk selalu memperjuangkan kebenaran dan tetap teguh dalam iman, walau menghadapi tantangan berat.
Editor : Anwar Bahar Basalamah