JP Radar Kediri – Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dijalankan oleh umat Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan Madinah, para jemaah haji kembali ke tanah air mereka masing-masing.
Kepulangan jemaah haji bukan hanya momen pribadi yang sakral, tetapi juga menjadi peristiwa sosial dan spiritual yang disambut hangat oleh keluarga, tetangga, dan masyarakat. Berikut adalah beberapa tradisi Islam yang biasa dilakukan saat menyambut kepulangan jemaah haji.
Pertama, memberikan sambutan hangat dan meriah pada Jemaah haji pulang dari Tanah Suci. Di banyak negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, jemaah haji disambut dengan suka cita.
Keluarga dan kerabat menunggu di bandara atau tempat kedatangan dengan membawa bunga, spanduk, dan bahkan iring-iringan musik tradisional. Sambutan ini merupakan wujud rasa syukur atas kembalinya anggota keluarga dalam keadaan sehat dan telah menunaikan ibadah yang mulia.
Kedua, memberikan ucapan selamat dan doa. Setelah bertemu, orang-orang biasanya mengucapkan Haji mabrur kepada jemaah yang baru pulang. Istilah ini berarti haji yang diterima oleh Allah, dan sering disertai doa agar ibadah hajinya mendapat ridha serta membawa keberkahan dalam hidupnya. Ucapan ini mencerminkan harapan agar jemaah haji menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali.
Ketiga, mengadakan tasyakuran. Di beberapa komunitas Muslim, keluarga jemaah haji mengadakan acara syukuran atau kenduri. Acara ini bisa berupa doa bersama, ceramah agama, dan makan bersama dengan tetangga dan masyarakat sekitar. Tujuan utamanya adalah bersyukur atas keselamatan dan keberhasilan menunaikan ibadah haji, serta berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
Keempat, pemberian oleh-oleh dari Tanah Suci. Jemaah haji biasanya membawa oleh-oleh khas dari Arab Saudi seperti air zamzam, kurma, tasbih, sajadah, dan parfum. Tradisi memberi oleh-oleh ini bukan hanya bentuk perhatian, tetapi juga bagian dari adab sosial yang mempererat tali silaturahmi.
Kelima, cerita perjalanan dan berbagi pengalaman spiritual. Setelah kembali, para jemaah sering diminta untuk menceritakan pengalaman mereka selama di Tanah Suci.
Cerita tentang ibadah, suasana di Makkah dan Madinah, serta tantangan selama haji menjadi inspirasi bagi orang lain yang ingin menunaikan ibadah serupa. Kegiatan ini juga menjadi sarana dakwah dan penguatan keimanan.
Keenam, adalah perubahan sikap dan perilaku.
Salah satu hal penting dalam tradisi Islam saat jemaah haji pulang adalah perubahan sikap dan perilaku.
Gelar Haji atau Hajjah yang disematkan di depan nama bukan hanya bentuk kehormatan, tetapi juga pengingat untuk menjalani hidup yang lebih taat, jujur, dan bijaksana. Masyarakat pun menghormati dan menaruh harapan besar agar jemaah haji menjadi panutan.
Tradisi menyambut jemaah haji mencerminkan nilai-nilai Islam seperti syukur, ukhuwah, dan penghormatan terhadap ibadah. Lebih dari sekadar seremoni, tradisi ini mengandung makna spiritual dan sosial yang memperkuat ikatan antar umat serta memotivasi orang lain untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Dalam konteks ini, haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga transformasi ruhani yang membawa kebaikan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah