JP Radar Kediri – Peringatan haul ke-33 KH. Chamim Djazuli atau Gus Miek di kompleks makam Dusun Tambak, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Rabu Wage (11/6), dipadati jemaah Majelis Dzikrul Ghofilin dari berbagai daerah. Tak hanya dari Jawa Timur, banyak pula yang datang dari luar provinsi seperti Bali, Kalimantan, Jakarta, dan Lampung.
Sholichudin (40), panitia kegiatan Haul Gus Miek, mengatakan bahwa sejak dini hari kawasan sekitar makam sudah dipenuhi rombongan jemaah yang datang dengan berbagai moda transportasi. Gelombang kedatangan paling ramai terjadi antara jam 4 sore sampai malam hari.
“Dari pagi sudah ramai pengunjung, dan akan terus bertambah ramai biasanya di jam 4 sore hingga malam hari. Banyak jema'ah haul Dzikrul Ghofilin yang datang dari luar kota,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah rombongan yang sebelumnya telah mengonfirmasi kehadiran kepada panitia. Di antaranya:
Pasuruan: 25 bus termasuk rombongan dari santri Pondok Pesantren Nurul Huda Pasuruan. Sementara dari Sidoarjo, 2 bus, 2 elf, dan 2 HiAce. Dari Malang dan Jember masing-masing 2 dan 4 bus.
Tidak hanya dari Jawa Timur, jemaah juga datan dari Bali dan Cirebon. Yang sudah konfirmasi dari Cirebon 1 bus dan dari Bali 2 HiAce.
“Itu baru yang terdata dan konfirmasi. Belum yang datang pakai kendaraan pribadi, jumlahnya bisa jauh lebih banyak,” tambahnya.
Abdulrahman (68), jemaah dari Cirebon, Jawa Barat, mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 04.00 subuh (11/6) bersama rombongan berisi 50 orang yang datang menggunakan bus.
“Saya memang sudah sering ikut dzikrul ghofilin. Sudah lima tahun rutin ikut. Rasanya itu sudah jadi bagian dari jiwa saya. Dari pada nganggur, mending dzikiran dan sholawatan bareng-bareng,” ungkapnya.
Kegiatan haul yang dimulai dengan sema’an Al-Qur’an sejak subuh akan berlangsung hingga malam hari. Selain dzikir dan pembacaan Al-Qur’an, acara juga diisi dengan sholawat banjari, maulidhoh hasanah, dan doa khotmil Qur’an.
Hal serupa disampaikan Hariyono (48), warga Ngawi, Jawa Timur, yang hadir dengan kendaraan pribadi.
“Saya baru dua kali datang di haul Gus Miek, tapi kalau ke makamnya sudah sering. Karena cocok di hati. Di sini bisa ketemu banyak orang dari berbagai daerah, bisa silaturahmi,” tuturnya.
Haul Gus Miek kali ini dimulai dengan sema’an Al-Qur’an sejak subuh, dilanjutkan dengan sholawat diengan iringan banjari, mauidhah hasanah, hingga doa syi’ir dan khotmil Qur’an pada malam harinya. (mg2)
Editor : Jauhar Yohanis