Radar Kediri-Belasan ribu warga menghadiri haul Kiai Chamim Thohari Djazuli atau Gus Miek. Jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur itu menyemut di area Ponpes Ploso, Mojo.
Mereka melantunkan dzikrul ghofilin bersama para pejabat untuk mengenang kiai kharismatis itu pada Senin (09/6) malam lalu.
Di antara para pejabat yang hadir di Ponpes Ploso, tampak Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Ada pula Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, dan beberapa kepala daerah lainnya di Jatim.
“Ini memenuhi undangan acara haul ke-33 Gus Miek dan Nyai Lilik Suyati (istri Gus Miek) yang ke-6. Ini sudah kedua kali saya hadir di sini setelah pandemi Covid-19,” ujar pria yang secara definitif menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur itu.
Bagi Emil, Gus Miek adalah sosok yang inspiratif. Dia juga dikenal sebagai kiai yang tinggi spiritulitasnya. Penggagas amalan dzikrul ghofilin itu juga dikenal bisa menerapkan toleransi tinggi.
“Saya bersyukur masyarakat bisa mengenang sosok Gus Miek yang memang inspiratif dalam dakwahnya. Saya dulu Bupati Tengralek, boleh dikatakan beliau meninggalkan kesan yang mendalam juga bagi masyarakat Trenggalek,” kenangnya.
Peringatan haul Gus Miek dan rutinan dzikrul ghofilin menurut Emil adalah kegiatan yang positif. Salah satu tujuannya, meningkatkan spiritualitas masyarakat.
Dia berharap, rutinan dzikrul ghofilin itu juga bisa menumbuhkan toleransi di masyarakat.
“Ini (toleransi, Red) yang kita bangun. Bagi kami di pemerintahan, ingin memuwudkan itu menjadi pemerintahan yang aman, yang berintegritas,” paparnya.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang juga hadir di haul Gus Miek menilai kiai kenamaan Kediri itu merupakan sosok panutan.
“Gus Miek adalah sosok panutan dan salah satu sosok pejuang Islam yang menyebarkan Islam dengan penuh toleransi,” terangnya.
Pantauan koran ini, belasan ribu warga yang menghadiri haul Gus Miek memenuhi ruas depan Ponpes Ploso.
Tak ayal, jalan yang menghubungkan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung itu tertutup lautan jemaah hingga ratusan meter. Sisanya, banyak juga jemaah yang duduk di halaman pondok. (*)
Editor : Mahfud