Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sampai Kapan Waktu Diperbolehkan Menyembelih Hewan Kurban? Ini Penjelasannya

Mohammad Basid Alharis • Sabtu, 7 Juni 2025 | 21:54 WIB

 

Ilustrasi hewan kurban di Hari Raya Idul Adha.
Ilustrasi hewan kurban di Hari Raya Idul Adha.

JP Radar Kediri - Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Dinamakan Tasyrik karena pada masa dahulu orang-orang mengiris-iris daging kurban untuk dijemur (yusyarraq) di bawah sinar matahari agar awet (dijadikan dendeng).

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 203, "Dan berdzikirlah kepada Allah dalam beberapa hari yang terbilang." (QS. Al-Baqarah: 203).

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa "ayyām ma’dūdāt" (hari-hari yang terbilang) adalah hari Tasyrik. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam tafsir Al-Jalalain sebagai berikut.

> "وَٱذْكُرُواْ ٱللَّهَ فِيٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ"
(أي أيام التشريق الثلاثة بعد يوم النحر)
(Tafsir Al-Jalalain, QS Al-Baqarah: 203)

Berdasarkan kesepakatan mayoritas ulama, waktu menyembelih hewan kurban dimulai sejak setelah salat Idul Adha (10 Dzulhijjah) hingga akhir hari Tasyrik, yaitu 13 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam.

Pertama, didalam Kitab Fath al-Qarib al-Mujib (Syekh Ibn Qasim al-Ghazzi) menjelaskan sebagai berikut.

> "وَيَدْخُلُ وَقْتُ الذَّبْحِ بِفِعْلِ أَقَلِّ مَا يُسَمَّى صَلَاةً بَعْدَ فَجْرِ يَوْمِ النَّحْرِ وَيَسْتَمِرُّ إِلَى غُرُوبِ شَمْسِ الْيَوْمِ الثَّالِثِ مِنْ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ"

"Waktu menyembelih dimulai setelah dilaksanakannya salat, walau hanya salat yang minimal disebut salat, setelah terbit fajar pada hari Nahr (10 Dzulhijjah), dan berlanjut sampai terbenamnya matahari pada hari ketiga dari hari Tasyrik (13 Dzulhijjah)."

Kedu, juga dijelaskan pada Kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab (Imam Nawawi) yakni.

> "وأما وقت الذبح فيبدأ بعد طلوع الشمس من يوم النحر ومضى قدر صلاة العيد وخطبتين، ويمتد إلى غروب شمس آخر أيام التشريق، وهو اليوم الثالث عشر من ذي الحجة"

"Adapun waktu menyembelih, dimulai setelah matahari terbit pada hari Nahr dan cukup waktu untuk pelaksanaan salat Id dan dua khutbah, dan berakhir hingga terbenamnya matahari pada hari terakhir dari hari Tasyrik, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah."

Baca Juga: Idul Adha dan Hari Jumat Bertepatan, Apakah Boleh Tidak Pergi Sholat Jumat? Ini Penjelasan Menurut Ulama

Lalu, ada hikmah dan keistimewaan Hari Tasyrik. Hari Tasyrik disebut oleh Nabi sebagai “Ayyām al-Akli wa al-Syurbi wa Dhikrillāh” – hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah. Ini didasarkan pada hadis riwayat Muslim:

> "أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر لله"
(HR. Muslim)

Oleh karena itu, selain menjadi waktu sah untuk berkurban, hari-hari ini juga merupakan momen memperbanyak dzikir, termasuk takbir, tahmid, dan tahlil.

Hari Tasyrik adalah bagian penting dari ibadah Idul Adha. Tidak hanya sebagai kelanjutan dari pelaksanaan haji, tetapi juga sebagai waktu yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah kurban.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Hari Tasyrik Idul Adha 2025 #Idul Adha 1446 H #hewan kurban #Sunnah idul adha