Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mandi Besar Sebelum Salat Idul Adha, Wajibkah? Ini Penjelasannya

Satriya Agung Prakoso • Kamis, 5 Juni 2025 | 21:01 WIB
Shalat Idul Adha, apakah wajib mandi sebelumnya?
Shalat Idul Adha, apakah wajib mandi sebelumnya?

JP Radar Kediri - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam disunnahkan melakukan berbagai amalan untuk menyambut hari yang suci. Salah satunya adalah mandi besar atau ghusl sebelum melaksanakan salat Id. Tapi, apakah mandi besar sebelum salat Idul Adha hukumnya wajib?

Bukan Wajib, Tapi Sunnah yang Dianjurkan

Secara hukum, mandi besar sebelum salat Idul Adha tidak wajib, namun tergolong sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Praktik ini merupakan bentuk persiapan diri, baik secara fisik maupun spiritual, dalam menyambut hari raya.

Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan:

"Rasulullah SAW biasa mandi pada hari raya Idulfitri dan Idul Adha."
(HR. Ibnu Majah)

Selain mandi, Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan umatnya untuk tampil rapi dan bersih saat hendak berangkat ke tempat pelaksanaan salat Id. Hal ini sebagaimana sabda beliau:

"Pada dua hari raya, Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk memakai yang terbaik dari apa yang kita miliki."
(HR. Hakim)

Jadi Wajib Kalau dalam Keadaan Berhadas Besar

Meskipun mandi sunnah Idul Adha bukan kewajiban, hukum berubah menjadi wajib jika seseorang dalam keadaan berhadas besar. Misalnya setelah berhubungan suami istri, mimpi basah, haid, nifas, atau melahirkan. Dalam kondisi tersebut, mandi wajib harus dilakukan agar salat dan ibadah lainnya sah.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mandi Idul Adha?

Mandi sunnah Idul Adha bisa dilakukan sejak tengah malam hingga sebelum salat Id dilaksanakan. Hal ini dijelaskan dalam kitab Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri:

"Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam."

Namun, waktu yang paling utama adalah setelah Subuh dan sebelum berangkat ke tempat salat, sebagaimana ditegaskan dalam Tuhfah al-Habib karya Syekh Sulaiman al-Bujairimi.

Bacaan Niat Mandi Besar

Niat adalah pembeda antara mandi biasa dan mandi yang bernilai ibadah. Berikut niat mandi besar secara umum:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf‘il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta‘ala
Artinya: “Aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta'ala.”

Tata Cara Mandi Besar yang Benar

Berikut adalah langkah-langkah mandi besar sesuai tuntunan syariat:

  1. Membaca niat, baik dalam hati maupun dengan lisan.
  2. Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
  3. Membersihkan bagian tubuh yang kotor, terutama area kemaluan.
  4. Mencuci tangan kembali menggunakan sabun.
  5. Berwudu seperti biasa, sebagaimana wudu sebelum salat.
  6. Membasahi kepala tiga kali hingga air mencapai pangkal rambut.
  7. Menyela-nyela rambut dengan jari, wajib bagi laki-laki dan sunnah bagi perempuan.
  8. Mengguyur seluruh tubuh mulai dari sisi kanan, lalu kiri, hingga seluruh badan basah merata.
Editor : Jauhar Yohanis
#idul adha #sunnah #mandi besar #Shalat Id