Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Raffi Ahmad ke Ponpes Al Amien: Santri Harus Melek Digital dan Aktif di Medsos!

Hilda Nurmala Risani • Kamis, 29 Mei 2025 | 12:05 WIB
Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad (tengah) menghadiri Gerakan Nasional Ayo Mondok yang di-launching di Ponpes Al Amien
Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad (tengah) menghadiri Gerakan Nasional Ayo Mondok yang di-launching di Ponpes Al Amien

KOTA, JP Radar Kediri–Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad atau Raffi Ahmad berkunjung ke Ponpes Al Amien, Ngasinan kemarin.

Di depan para santri yang menghadiri Halakah Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok di sana, aktor dan presenter kenamaan itu mengajak para santri agar melek dengan dunia digital. 

Pantauan koran ini, suami Nagita Slavina itu tiba di kompleks Ponpes Al Amien Ngasinan sekitar pukul 13.00. Disambut oleh Pengasuh Ponpes Al Amien Kiai Anwar Iskandar, keduanya langsung berbincang hangat selama sekitar satu jam.

 Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 Raffi baru naik ke panggung, menemui ratusan santri yang mengikuti halakah. Di depan para santri, Raffi meminta agar mereka juga memanfaatkan kemudahan teknologi.

“Termasuk santri di pondok pesantren juga harus melek dunia digital. Terutama platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Youtube,” ungkap bapak tiga anak itu.

 Dia lantas mencontohkan aksi pemuda yang rajin bersih-bersih masjid di berbagai tempat. Aksi pemuda tersebut viral hingga diketahui oleh pemerintah Arab Saudi. “Akhirnya dia diundang haji secara gratis oleh Raja Arab. Itulah hebatnya media sosial,” lanjut Raffi.

 Para santri menurut Raffi juga bisa memanfaatkan media sosial untuk hal yang positif. Misalnya, membuat konten tentang kehidupan di pondok. Bisa tentang kegiatan mengaji dan aktivitas positif lainnya.

“Boleh memviralkan gus dan ning, dengan nilai-nilai kebaikan mereka,” terang Raffi meminta para santri konsisten membuat konten agar karya mereka diminati banyak warganet.

Kegiatan seperti Halakah Gernas Ayo Mondok kemarin menurut Raffi juga layak untuk diviralkan di media sosial. Sebab, Gernas Ayo Mondok sekaligus bisa membuka pandangan masyarakat terkait kehidupan di pondok pesantren.

Dalam kesempatan kemarin, pria berusia 38 tahun itu juga menyatakan dukungannya terhadap Gernas Ayo Mondok yang di-launching di Ponpes Al Amien tersebut. “Prinsip dasar kehidupan itu diajarkan secara detail di pondok pesantren,” pujinya sembari menyebut di pesantren tidak hanya belajar ilmu agama. Melainkan juga adab.

Terpisah, Pengasuh Ponpes Al Amien Kiai Anwar Iskandar mengatakan, dibutuhkan kolaborasi untuk merealisasikan transformasi digital di pesantren. Sebab, para gus dan ning di pesantren kebanyakan fokus memikirkan untuk mengajar para santri.

“Untuk diketahui saja, Gus Raffi, di sini gus dan ning hanya memikirkan kehidupan santrinya. Kalau harus melek dunia digital perlu adanya kolaborasi,” ungkap pria yang akrab disapa Gus War itu sembari melempar senyum ke arah Raffi.

Jika para gus dan ning memiliki ribuan santri, menurut Gus War pengikut Raffi Ahmad jauh lebih banyak. “Gus Raffi ini memiliki puluhan juta santri (pengikut di media sosial, Red),” lanjut Gus War bercanda yang langsung disambut tawa Raffi.

 Gus War menyebut ada dua peran utama santri yang bisa diambil di media sosial. Yakni, santri harus bisa memfilter dan membuat konten yang bernilai positif. Sebaliknya, santri tidak perlu menanggapi saat ada konten negatif terkait pesantren. “Yang perlu dilakukan adalah menjejali dunia maya itu dengan konten- konten positif saja,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati juga menghadiri pembukaan halakah di Ponpes Al Amien kemarin pagi. Saat Raffi Ahmad datang kemarin siang, Vinanda juga menyempatkan diri untuk menyambut dan berbincang selama beberapa saat.

 “Kegiatan ini dihadiri oleh 600 Bu Nyai dan Pak Kiai dari seluruh wilayah di Jawa Timur. Kami mendukung penuh halakah yang membahas tentang berbagai permasalahan di pondok pesantren ini,” jelas Vinanda.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#raffi ahmad #berita kediri hari ini