MAKKAH, JP Radar Kediri-Setelah tiba di Makkah kemarin, jemaah kloter 45 langsung “ambyar”. Keruwetan pun tak terhindarkan karena mereka terpisah di beberapa hotel.
Bukan hanya komposisi regu dan rombongan yang terpisah. Melainkan, suami-istri dan keluarga juga banyak yang terpisah. Lansia dengan pendamping juga tak bisa satu kamar.
"Ayah saya ada di hotel 1005, sedangkan saya di hotel 903. Saya lihat di peta jaraknya lumayan jauh. Harus berjalan beberapa blok untuk saling berkunjung," ungkap Hikma Fiya, jemaah haji asal Desa Petok, Mojo.
Akibatnya, jemaah harus “berburu” koper masing-masing. Menyisir satu per satu hotel di setiap lantai kamar untuk mencari keberadaan kopernya.
Bagaimana dengan jemaah lansia dan risiko tinggi? Mereka hanya bisa pasrah. Menunggu belas kasihan jemaah lain agar mencarikan koper mereka.
Sementara itu, selain keruwetan yang dihadapi jemaah kloter 45, para jemaah yang saat ini sudah berada di Makkah harus berjibaku dengan cuaca ekstrem.
Agar mereka tidak dehidrasi, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri mengimbau jemaah untuk menyediakan oralit.
Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengatakan, hingga kemarin ada satu jemaah kloter 05 yang dirawat di rumah sakit.
“Kondisinya lemas dan makannya agak susah. Riwayat sakit diabetes melitus (DM) dan sirosis hepatis,” kata Faiz sembari menyebut ada satu jemaah lain yang menderita batuk pilek.
Baca Juga: Tiba di Tanah Suci, Jemaah Haji Kediri Nikmati Ibadah dan Ziarah Meski Cuaca Makkah Capai 44 Derajat
Hingga kemarin Faiz menyebut kemenag terus memonitor kondisi jemaah. Untuk menjaga agar kesehatan mereka tetap prima jelang puncak ibadah haji, Faiz meminta agar mereka memenuhi kebutuhan cairan. Yakni dengan meminum air putih dalam jumlah yang cukup.
Selebihnya, jemaah diminta menambah asupan oralit agar tidak dehidrasi.
“Sejak di Madinah, seminggu sekali ada program minum air mineral bersama ditambah oralit.
Untuk lansia juga ada program senam bersama tenaga kesehatan, dilaksanakan dengan bersafari di setiap hotel bergantian,” jelasnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira