Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tiba di Madinah, Jemaah Haji Kota Kediri Jalani Ibadah Arbain

Ayu Ismawati • Kamis, 8 Mei 2025 | 03:54 WIB
KHUSYUK: Jemaah haji beraktivitas di kawasan masjid Nabawi.
KHUSYUK: Jemaah haji beraktivitas di kawasan masjid Nabawi.

 

KOTA, JP Radar Kediri- Jemaah haji Kota Kediri telah tiba di Madinah. Sesampainya di sana, mereka langsung menjalani ibadah Arbain di Masjid Nabawi. Cuaca panas tak menyurut semangat rombongan jemaah Kota Kediri untuk menjalani semua ibadah di sana. 

Ketua Kloter SUB 03 Khoirul Anam mengatakan, beberapa jemaah mengeluhkan flu dan kelelahan akibat cuaca panas. Meski begitu mereka masih bisa menjalankan ibadah dengan baik. 

Baca Juga: Bagaimana Hukum Nikah Beda Agama? M. Quraish Shihab Ungkap Alasan Hukum Diperbolehkannya

“Alhamdulillah, (meski ada yang flu dan kecapean, Red) tidak menghalangi kami untuk beribadah,” ujarnya.

Karena puncak ibadah haji masih relatif lama, jemaah haji asal Kota Kediri masih melaksanakan kegiatan utama di Masjid Nabawi. Di sana, jemaah haji mengikuti salat berjamaah rutin selama delapan hari. Disebut Ibadah Arbain.

Baca Juga: Penjelasan Ahli Kitab Zaman Sekarang Menurut Ustaz Adi Hidayat, Apakah Boleh Dinikahi Umat Muslim?

Jemaah yang punya waktu luang, memanfaatkan momen itu dengan city tour. “Mengunjungi kebun kurma, kemudian ziarah ke Masjid Quba atau masjid yang pertama dibangun oleh Nabi Muhammad SAW, lalu dilanjutkan ke Syuhada Uhud,” ungkap dosen dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung itu.

Di kegiatan yang bersifat mandiri itu, Khoirul mengatakan pada prinsipnya kegiatan utama jemaah selama di Madinah adalah melaksanakan ibadah Arbain. Dengan demikian, kegiatan lain yang sifatnya mandiri seperti city tour, pihaknya menekankan kepada jemaah agar tidak memaksakan diri.

Baca Juga: Hukum Menikah Beda Agama Menurut Ustaz Adi Hidayat, Diperbolehkan? Simak Kriterianya!

“Yang penting diutamakan kenyamanan, kesehatan, dan keterjangkauan dari yang bersangkutan,” bebernya. Adapun untuk lansia, karena pertimbangan kondisi fisik, mereka diarahkan tetap berada di dalam bus selama city tour.

“Jadi kami sejak awal sudah berusaha memotivasi para jemaah untuk memberikan skala prioritas. Artinya di Madinah ini afdol. Tetapi hukumnya sunnah,” tandasnya sembari menyebut, jemaah diminta tidak memaksakan diri jika kondisi dirinya tidak memungkinkan.

Baca Juga: Amalan yang Pahalanya Setara dengan Ibadah Haji, Apa Itu?

Bagi jemaah yang tergabung di gelombang pertama seperti jemaah Kota Kediri, puncak ibadah baru akan berlangsung di penghujung waktu kepulangan jemaah. Oleh sebab itu, jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan saat menghadapi rangkaian rukun wajib ibadah haji tersebut.

“Yang lebih berat adalah fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina, Red). Itu menjadi intinya kegiatan ibadah haji,” pungkasnya.

Baca Juga: Pentingnya Manasik Haji bagi Calon Jemaah Haji

Untuk diketahui, sebanyak 240 jemaah haji Kota Kediri dilepas dari GOR Jayabaya sekitar pukul 08.00 pagi menuju Asrama Haji Sukolilo. Di sana, jemaah menjalani serangkaian pemeriksaan dan pemantapan sebelum terbang menuju Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah, pada 2 Mei lalu.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

Editor : rekian
#jemaah haji #madinah #Ibadah Arbain #haji #kota kediri