Maskotnya adalah Luce. Dalam bahasa Italia, berarti Cahaya. Tak hanya Cahaya, Luce juga sebagai harapan dan upaya mengajak generasi muda untuk berpartisipasi dalam Yubileum dan merasakan semangat persaudaraan universal.
Baca Juga: Kamis Putih Hari ini, Inilah Makna Sebenarnya dari Hari Kamis Putih
Dalam Yubileum kali ini, ada 4 karakter yang mewakili umat manusia dari berbagai penjuru dunia. Pertama Luce, identik dengan warna kuning. Lalu Fe berwarna merah. Kemudian Xin dengan warna hijau. Dan Sky warna biru.
Keempat karakter itu tidak hanya dipasang di bawah gua, tetapi juga di sepanjang jalan menuju pasar. Maskot tersebut tersebar di banyak titik dengan ukuran cukup tinggi sekitar 160 sentimeter.
Baca Juga: Kapan Libur Paskah 2025 Mulai? Cek lagi Jadwalnya disini
Momentum itu dimanfaatkan oleh pedagang yang berjualan di area Gua Maria Lourdes. Salah satunya adalah Anna, 54, yang sudah menyiapkan cinderamata maskot Tahun Yubileum 2025 berupa gantungan kunci. Bahannya terbuat dari akrilik.
“Saya siapkan ratusan maskot. Meskipun Paskah ini mayoritas hanya dari warga sekitar tidak menutup kemungkinan penjualan bisa naik,” terangnya.
Baca Juga: Menyelami Makna Tradisi Menghias Telur Pada Momen Paskah
Untuk harga, satu biji gantungan kunci berada pada rentang harga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Bukan hanya dalam bentuk akrilik, dia juga menyediakan kaos. Harganya Rp 75 ribu ukuran normal. Dan Rp 85 ribu untuk ukuran jumbo.
Dia percaya maskot kali ini banyak yang menggemarinya. Terutama anak-anak kecil. Lebih lanjut, dia menjelaskan, penjualan kaos bergambar maskot Tahun Yubileum 2025 ini naik drastis dibanding libur panjang hari raya Idul Fitri. Sebab, yang membeli tak hanya umat Katolik saja. Dari umat beragama lain juga banyak yang berburu.
Baca Juga: Louis Vuitton Rilis Cokelat Telur Paskah dengan Harga Fantastis, Begini Keunikannya
“Karena gambarnya lucu jadi anak-anak tertarik. Tidak memandang suku, agama, dan ras,” imbuhnya.
Meskipun pengunjung yang datang tidak seramai saat momen Jumat Legi, dia tetap mensyukuri penjualannya saat ini. “Ya kalau dari segi pendapatan cukup-cukup saja. Tidak yang untungnya banyak sekali,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Pantauan koran ini, memang lokasi Gua Maria Puhsarang mulai didatangi oleh para umat dari luar kota. Mereka membawa bunga dan alat penunjang ibadah. Para umat tampak khusuk berdoa di depan patung Bunda Maria. Bangku tempat duduk juga tampak tersebar di halaman tersebut yang menandakan banyak orang selesai beribadah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian