KEDIRI, JP Radar Kediri – Ketua Tim PPK Ormawa Himapinno UNP Kediri, Ariska Sherly, menjelaskan pendampingan ini telah menghasilkan wadah wirausaha baru berupa Kelompok Usaha Bersama (KUB) "Pijar Karya" yang beranggotakan 15 orang dari unsur PKK dan masyarakat umum. Selama empat bulan berdiri, KUB ini menghasilkan sejumlah unit produksi inovatif dari jagung, limbah kulit hingga rambut jagung yang diolah hingga menghasilkan produk bernilai jual tinggi.
Yakni Unit Produksi Karsa untuk mengolah jagung menjadi olahan pangan berkualitas, seperti keripik tortilla hingga kerupuk jagung. Kedua adalah Unit Produksi Karya. Memanfaatkan limbah kulit jagung menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi seperti buket bunga kulit jagung sampai dekorasi meja. Selanjutnya adalah Unit Produksi Toyoti untuk mengolah limbah rambut jagung menjadi teh celup herbal alami (Toyo Tea). “Seluruh produk olahan pangan kami telah mengantongi izin PIRT dan sudah dipasarkan, ujarnya.
Baca Juga: Optimalisasi Bebek Gembala, PPK Ormawa Biro SI Udinus Kediri Sulap Kwadungan Jadi Desa Wirausaha
Tak hanya pengolahan fisik, kami juga membekali UMKM lokal melalui Smart UMKM Program yang mengenalkan instrumen pencatatan keuangan digital via website rintisan SIPPETO (Sistem Pencatatan Penjualan Toyoresmi) yang dapat diakses di sippeto.web.id.
Antusiasme dan pencapaian keberhasilan program ini turut mendapat apresiasi tinggi dari dosen pembimbing yang juga Kaprodi Manajemen UNP Kediri, Restin Meilina, M.M. Ia mengungkapkan program inisiasi mahasiswa dan warga ini di lapangan justru melebihi target awal yang dicantumkan dalam proposal perencanaan.
"Awalnya kami merencanakan satu jenis produk tortilla dan variasi kerajinan yang terbatas. Namun, dalam pelaksanaannya, warga bersama mahasiswa mampu menciptakan inovasi kerupuk jagung serta beragam variasi kerajinan bunga dari kulit jagung. Tingginya permintaan pasar terhadap produk hasil olahan ini bahkan melampaui estimasi awal kami," terang Restin.
Sementara itu, Kepala Desa Toyoresmi, Gatot Siswanto, menyambut hangat dan menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi nyata tim PPK Ormawa Himapinno UNP kediri dalam meningkatkan geliat perekonomian warganya.
"Selama ini hasil panen jagung warga mayoritas hanya dijual bentuk gelondongan atau biji ose. Lewat program ini, timbul peningkatan nilai jual (value added) yang signifikan bagi pendapatan rumah tangga warga, khususnya kelompok tani wanita," papar Gatot Siswanto.
Lokakarya dihadiri stakeholder pemerintah daerah mulai dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro hingga Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Juga dihadiri kepala desa, jajaran perangkat desa, Camat Ngasem dan tokoh masyarakat setempat. Program didanai oleh direktorat Belmawa Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Editor : Anwar Bahar Basalamah