Dorong Tempurejo Jadi Desa Ekowisata Berkelanjutan Melalui Hilirisasi Hasil Riset dan TTG

Syaikhu Aliya Rahman • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:50 WIB
Dorong Tempurejo Jadi Desa Ekowisata Berkelanjutan Melalui Hilirisasi Hasil Riset dan TTG
Dorong Tempurejo Jadi Desa Ekowisata Berkelanjutan Melalui Hilirisasi Hasil Riset dan TTG

JP Radar Kediri - Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri mendorong Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, agar terus berkembang sebagai desa ekowisata berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui hilirisasi hasil riset dan teknologi tepat guna dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pemberdayaan Desa Binaan tahun 2026.

Ketua Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemberdayaan Desa Binaan (PkM-PDB) UNP Kediri 2026 Dr. Agus Muji Santoso, M.Si. menjelaskan program ini melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa UNP Kediri. Didanai sepenuhnya oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek tahun 2026. Tahun ini, program diarahkan pada pengembangan paket-paket ekowisata yang mengintegrasikan berbagai potensi dan sentra pemberdayaan masyarakat desa setempat.

Dengan konsep tersebut, wisatawan nantinya tak hanya menikmati destinasi seperti Sumber Jembangan dan Wisata Alam Alaska (Alazka), tetapi juga dapat memilih berbagai paket wisata edukatif yang terhubung dengan aktivitas masyarakat setempat.

Salah satu yang dikembangkan adalah sentra KUB Wono Lestari yang bergerak dalam produksi bibit berbagai jenis Ficus serta pengelolaan Arboretum Ficus. Sentra tersebut akan dikembangkan tidak hanya sebagai lokasi produksi bibit, tetapi juga sebagai wahana edukasi bagi wisatawan.

“Pengunjung nantinya dapat belajar mengenal keragaman tanaman Ficus, melihat secara langsung proses pembibitan, membeli bibit, sekaligus memahami pentingnya konservasi Ficus sebagai salah satu tanaman yang berpotensi mendukung kelestarian sumber mata air,” papar Agus.

Baca Juga: Tim Vokasi FTIK UNP Kediri Perkuat Kampung Gurami dengan Smart Storage, Packaging, dan Digital Marketing

Pengembangan serupa dilakukan pada KUB Surya Agrotani yang selama ini berfokus pada produksi pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar. Ke depan, sentra tersebut juga diarahkan menjadi lokasi wisata edukasi yang memperkenalkan proses produksi pupuk organik berbasis konsorsium mikroba potensial.

“Ada tujuh teknologi tepat guna yang kami hilirisasi dalam program ini agar bisa mengakselerasi Desa Tempurejo sebagai desa ekowisata,” ungkap Ketua yang juga Wakil Rektor III UNP Kediri tersebut.

Murid-murid dari sekolah sekitar yang telah mengambil psalah satu paket ekowisata di Desa Tempurejo, Wates, Kabupaten Kediri.
Murid-murid dari sekolah sekitar yang telah mengambil psalah satu paket ekowisata di Desa Tempurejo, Wates, Kabupaten Kediri.

Menurutnya, pengembangan ekowisata tidak cukup hanya dengan mengandalkan daya tarik alam. Potensi masyarakat, produk lokal, pengetahuan, teknologi, dan aktivitas edukatif perlu diintegrasikan sehingga memberikan pengalaman yang lebih lengkap kepada wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Program PkM tahun 2026 mencakup pembentukan dan penguatan struktur sentra-sentra yang terlibat, penyusunan paket ekowisata, peningkatan kapasitas pengelola, serta penguatan digital marketing untuk mendukung promosi destinasi dan produk masyarakat.

Tim PkM Pemberdayaan Desa Binaan UNP Kediri terdiri atas Dr. Agus Muji Santoso, M.Si., Prof. Dr. Siti Zubaidah, Dr. Rizky Aswi Ramadani, M.Kom., serta Hesti Isqtiqlaliyah, S.T., M.Eng.

Baca Juga: Wujudkan Desa Ekowisata Mandiri, PPK Ormawa HIMABIO Helianthus UNP Kediri Luncurkan Inovasi Teknologi dan Seni Budaya

Lebih lanjut, Kaprodi Pendidikan Biologi UNP Kediri Dr. Poppy Rahmatika Primandiri mengungkapkan, selain mendorong pemberdayaan masyarakat, program ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam proses pengembangan desa sehingga memperoleh pengalaman belajar di luar kampus.

“Mahasiswa yang terlibat juga kami berikan rekognisi SKS sebagai apresiasi atas capaian belajar mahasiswa di luar kampus melalui skema Pengabdian Desa Binaan sesuai Peraturan Rektor,” jelasnya. 

Keterlibatan mahasiswa tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kompetensi mahasiswa dalam mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat.

Melalui integrasi potensi alam, sentra produksi masyarakat, teknologi tepat guna, edukasi, dan pemasaran digital, UNP Kediri menargetkan Tempurejo memiliki model ekowisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat upaya konservasi lingkungan.

Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan desa bukan sekadar lokasi wisata, melainkan ruang belajar, ruang pemberdayaan, dan ruang tumbuhnya ekonomi masyarakat yang tetap berpijak pada kelestarian lingkungan. (ik4)

Editor : Andhika Attar Anindita
desa ekowisata unp kediri tempurejo