MALANG, JP Radar Kediri - ASEAN Virtual Student Opinion Competition (AVISOC) 2025, ajang kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB), berhasil memecahkan rekor partisipasi. Lebih dari 1.300 karya opini dan poster masuk. Berasal dari 72 institusi dari enam negara anggota ASEAN.
Kompetisi ini, yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima, mengusung tema “Fostering ASEAN Youth Innovation in Business, Public Service, Education, and Climate Action.”
AVISOC 2025 bertujuan utama untuk memberikan ruang bagi generasi muda ASEAN dalam menyalurkan gagasan dan inovasi mereka melalui karya berupa opini dan poster.
Ketua Pelaksana AVISOC Firda Alfiani, MSc, menyatakan bahwa tingginya antusiasme ini menunjukkan peran sentral mahasiswa ASEAN dalam merespons isu-isu strategis kawasan.
“Ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi tentang membangun jejaring gagasan kolektif yang dapat mendorong gerakan sosial dan inovasi di berbagai sektor, mulai dari layanan publik hingga aksi iklim,” ujar Firda Alfiani.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis UB ke-63 dan diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi UB, didukung penuh oleh International Relation Office (IRO) FIA UB dan International Office Universitas Brawijaya (IOUB).
Untuk memperkuat wawasan regional, AVISOC 2025 juga menggandeng beberapa universitas ternama, seperti Universiti Utara Malaysia, UEH University Vietnam, dan Burapha University Thailand, yang turut memberikan opening remarks dalam acara puncak.
Inovasi juga diterapkan dalam pemilihan narasumber utama. Jika tahun-tahun sebelumnya fokus pada representasi stakeholder atau pemerintah, tahun ini panitia secara khusus mengundang talenta muda inspiratif.
Narasumber yang dihadirkan adalah Fadhilah Trya W, MA, co-founder dari Sulapa Institute, yang baru saja memenangkan innovation pitching di Falling Wall Labs dan akan mewakili Indonesia berkompetisi di Berlin, Jerman, pada 6–9 November 2025.
“Harapan kami, sharing pengalaman dan insights dari Fadhilah Trya dapat menginspirasi mahasiswa untuk tidak hanya berhenti pada gagasan di atas kertas, tetapi juga melakukan inovasi dan social movement yang nyata, baik secara individu maupun kolektif,” tambah Firda.
Pengumuman pemenang lomba opini dan poster yang memperebutkan penghargaan gold, silver, dan bronze dikemas dalam format seminar internasional dan awarding day yang dilakukan secara hybrid pada Kamis, 20 November 2025.
Acara puncak tersebut dihadiri oleh sekitar 300 peserta internasional, tamu undangan, serta jajaran pimpinan fakultas. AVISOC 2025, yang berada di bawah Wakil Dekan 3 bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, terus berkomitmen menjadi wadah penting bagi mahasiswa se-ASEAN.
Di kesempatan itu, Rektor UB Prof Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc mengatakan, UB memiliki visi menjadi perintis dan transformatif dalam hal ilmu dan teknologi. “Terutama mendukung industri berbasis budaya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah