KEDIRI, JP Radar Kediri – Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri menapaki babak baru menuju smart village berkat sinergitas positif masyarakat desa bersama mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (Himaptika) Universitas Nusantara PGRI Kediri (UNP Kediri).
Kolaborasi ini melahirkan inovasi dan gerakan sosial yang menyentuh berbagai aspek. Mulai pendidikan, lingkungan, ekonomi kreatif hingga digitalisasi desa.
Ketua Tim PPK Ormawa Himaptika UNP Kediri Radista Nazriana mengatakan langkah transformatif ini diwujudkan melalui program “Lingkar Riang”. Sebuah konsep pembelajaran berbasis gamifikasi yang menghadirkan delapan pojok literasi.
Meliputi pojok pendidikan, pojok lingkungan, pojok wisata, pojok kesenian, pojok coding, pojok kesehatan, pojok ekonomi kreatif dan pojok olahraga.
“Program ini dirancang untuk menumbuhkan literasi, kreativitas, kesadaran lingkungan serta kemampuan digital masyarakat. Dengan pendekatan joyful learning agar pembelajaran terasa menyenangkan bagi semua kalangan,” ungkap Radista.
Puncak dari rangkaian kegiatan digelar dalam “Lokakarya Wiyata Buana” yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Kamis (2/10) lalu di Lapangan Dusun Dorok, Desa Manggis.
Kegiatan menjadi ajang apresiasi atas hasil kerja kolaboratif mahasiswa dan warga desa selama beberapa bulan terakhir.
Dibuka dengan nuansa budaya yang kental., seluruh peserta mengenakan batik, disertai penampilan tari tradisional, karawitan dan angklung yang dibawakan oleh warga serta pelajar desa. Suasana kian semarak dengan prosesi Wisuda Akbar 8 Pojok Literasi. Sebagai simbol pengukuhan warga sebagai agen literasi baru di Desa Manggis.
Salah satu inovasi terbesar yang lahir dari kegiatan ini adalah peluncuran Aplikasi Manggis 360°. Peta interaktif karya Tim PPK Ormawa Himaptika yang memungkinkan pengguna menjelajahi titik-titik penting di Desa Manggis secara 360°. Lengkap dengan fitur Augmented Reality (AR) tentang sejarah Candi Dorok, profil budaya, aktivitas masyarakat, dan e-commerce untuk UMKM lokal.
“Melalui aplikasi ini, kami ingin menghadirkan wajah baru Desa Manggis sebagai desa cerdas. Di mana potensi lokal, kebudayaan dan ekonomi masyarakat dapat diakses secara digital,” ungkap Dr. Ika Santia, M.Pd., Dosen pendamping PPK Ormawa Himaptika.
Kegiatan juga dimeriahkan dengan Bazar Pojok Lingkar Riang, yang menampilkan berbagai karya inovatif hasil sinergi warga dan mahasiswa. Mulai dari sempoa dari barang bekas dan permainan edukatif buatan anak-anak SD, lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah, budidaya hidroponik, tas anyaman hasil karya ibu TP-PKK, hingga aplikasi dan game sederhana buatan pelajar SDN Manggis 4.
Kehadiran berbagai pihak pada kegiatan ini memperlihatkan dukungan yang kuat dari pemerintah dan masyarakat. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Dr. Mokhamad Muhsin, M.Pd., yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Wakil Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri Suwanto, S.Kom., serta perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, dan berbagai mitra komunitas seperti Forum Genre dan Paguyuban Gapura Kecamatan Puncu.
Dalam sambutannya, Dr. Mokhamad Muhsin menyampaikan pesan dari Bupati Kediri yang mengapresiasi langkah mahasiswa UNP Kediri dalam mengembangkan potensi desa.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa transformasi desa tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia melalui literasi, teknologi dan kolaborasi lintas sektor,” ungkapnya.
Dengan semangat Lingkar Riang dan hadirnya Aplikasi Manggis 360°, Desa Manggis kini tidak hanya dikenal dengan potensi alam dan budayanya, tetapi juga sebagai desa inspiratif yang bergerak menuju smart village berbasis pemberdayaan masyarakat dan inovasi digital.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah