Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengabdian kepada Masyarakat Dosen UNP Kediri, Siapkan Desa Tempurejo dari Wisata Alam Pasif Jadi Ekowisata Edukatif

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 11 September 2025 | 22:29 WIB
SINERGITAS: Tim PKM Dosen UNP berfoto bersama perangkat desa, mitra Bumdes dan pelaku usaha di tempat wisata didampingi sejumlah mahasiswa usai kegiatan koordinasi bersama stakeholder.
SINERGITAS: Tim PKM Dosen UNP berfoto bersama perangkat desa, mitra Bumdes dan pelaku usaha di tempat wisata didampingi sejumlah mahasiswa usai kegiatan koordinasi bersama stakeholder.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Desa Tempurejo, Kecamatan Wates tengah diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata berbasis alam berkelanjutan. Hal tersebut mendapat dukungan penuh melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digagas oleh tim dosen dari Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.

Kegiatan PkM ini dipimpin oleh Tutut Indah Sulistiyowati, M.Si dari Prodi Pendidikan Biologi. Dia berkolaborasi dengan dua dosen lintas disiplin. Yakni Dr. Efa Wahyu Prastyaningtyas, M.Pd dosen Prodi Pendidikan Ekonomi dan Rina Firliana, M.Kom dosen Prodi Sistem Informasi. Program didukung oleh Kemendiktisaintek melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat.

Tutut mengungkapkan tema utama pengabdian adalah Menganalisis Potensi Desa Tempurejo untuk Dikemas Menjadi Paket Wisata Berbasis Alam yang Berkelanjutan. Program ini telah dimulai sejak Juli 2025. Dengan rangkaian kegiatan bertahap.

Yakni Koordinasi dan penyamaan persepsi dengan mitra pada (21/7) lalu. Dilanjutkan pelatihan dan pendampingan pendataan potensi desa (1/8). Kemudian kegiatan ekspedisi hutan pada (22/8). Serta ditutup dengan pelatihan branding ekowisata desa kepada masyarakat setempat yang dijadwalkan pada waktu dekat.

PEDULI: Tim PkM Dosen UNP Kediri saat melakukan kegiatan ekspedisi hutan di desa Tempurejo, Kecamatan Wates (22/8) lalu.
PEDULI: Tim PkM Dosen UNP Kediri saat melakukan kegiatan ekspedisi hutan di desa Tempurejo, Kecamatan Wates (22/8) lalu.

“Semuanya kami susun untuk memperkuat potensi desa menjadi daya tarik wisata serta berpeluang besar menjadi ikon baru ekowisata di Kabupaten Kediri,” ungkap Tutut.

Dalam pendataan, tim menemukan bahwa Desa Tempurejo memiliki 13 hutan dan 7 sumber mata air yang masih terjaga dengan baik. Keistimewaan desa ini terletak pada keberadaan lebih dari 65 jenis ficus atau tanaman beringin yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia.

Ficus dikenal sebagai tumbuhan penyangga air terbaik. Sehingga tidak mengherankan jika sumber air di desa ini tetap lestari.

Selama ini, wisata di Tempurejo terbatas pada kegiatan menikmati keindahan alam secara pasif. Tim pengabdian masyarakat UNP Kediri berupaya meningkatkan nilai tambah dengan menghadirkan wisata edukasi berbasis ekowisata.

EKSPLORATIF: Tim PkM Dosen dengan teliti mengeksplorasi potensi alam dalam kegiatan ekspedisi hutan di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates.
EKSPLORATIF: Tim PkM Dosen dengan teliti mengeksplorasi potensi alam dalam kegiatan ekspedisi hutan di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates.

“Potensi Tempurejo luar biasa. Dengan dukungan alam yang kaya dan masyarakat yang ramah, sayang sekali jika hanya dimanfaatkan untuk wisata biasa. Tim ingin menjadikannya sebagai ruang belajar bagi wisatawan. Baik tentang tanaman langka, ficus, maupun pengolahan hasil hutan,” tutur Rina Firliana.

Selain memberikan pengalaman edukatif, program ini juga dirancang untuk memberdayakan warga desa. Masyarakat dapat berperan sebagai pemandu wisata, penyedia homestay, hingga pengolah dan penjual produk hutan. Dengan demikian, ekowisata tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan. Tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Hasil eksplorasi memperlihatkan bahwa potensi alam Tempurejo sangat layak dikembangkan sebagai destinasi ekowisata unggulan di Kediri. Dengan adanya pelatihan branding ekowisata yang akan dilaksanakan, diharapkan identitas Desa Tempurejo semakin kuat sebagai tujuan wisata ramah lingkungan. Sekaligus sarana belajar lintas usia.

Pihaknya berharap Desa Tempurejo menjadi pilihan wisata edukatif yang mampu menarik pelajar, peneliti, maupun wisatawan umum. “Ke depan, desa ini dapat menjadi model pengembangan ekowisata berkelanjutan yang menggabungkan kelestarian alam, edukasi, dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Efa Wahyu Prastyaningtyas.

LEBIH DEKAT: Ketua PkM Dosen UNP Kediri Tutut Indah Sulistiyowati, M.Si saat mendata potensi desa bersama warga dan stakeholder desa.
LEBIH DEKAT: Ketua PkM Dosen UNP Kediri Tutut Indah Sulistiyowati, M.Si saat mendata potensi desa bersama warga dan stakeholder desa.

Program PkM ini masih berlanjut, dan masyarakat menunggu hasil nyata berupa paket wisata yang siap dipasarkan ke publik. Dengan kekayaan alam yang unik, ditambah inovasi dari akademisi, Tempurejo berpeluang besar menjadi ikon baru ekowisata di Kediri.

 

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ekowisata #dosen #desa #Edukatif #Wisataalam