Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Beri Edukasi Konservasi lewat Karya, Departemen Biologi Universitas Brawijaya Ajarkan Siswa SMP Olah Flora Lokal Jadi Kerajinan

Redaksi Radar Kediri • Senin, 4 Agustus 2025 | 14:43 WIB
Departemen Biologi Universitas Brawijaya Ajarkan Siswa SMP Olah Flora Lokal Jadi Kerajinan
Departemen Biologi Universitas Brawijaya Ajarkan Siswa SMP Olah Flora Lokal Jadi Kerajinan

MALANG, JP Radar Kediri - Departemen Biologi FMIPA Universitas Brawijaya (UB) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang pada 26 Juli dan 2 Agustus 2025.

Kegiatan ini berjudul “Meningkatkan Apresiasi dan Konservasi Flora Lokal Melalui Keterampilan Membuat Handy Craft bagi Siswa SMP Negeri 3 Poncokusumo Satu Atap Kabupaten Malang” dan didanai oleh Hibah Internal FMIPA UB Tahun 2025.

Kegiatan ini diprakarsai oleh tim dosen dari Working Group ELFIL yang terdiri atas Prof. Dr. Jati Batoro, M.Si., Dr. Turhadi, S.Si., M.Si., dan Dr. Brian Rahardi, S.Si., M.Sc. Kegiatan PkM ini juga melibatkan tenaga kependidikan, mahasiswa aktif, serta alumni, yaitu Moh. Ihsan, S.Si., M.Si. (tenaga kependidikan DBUB), Eka Ardiansyah, S.Pd. (S2 Biologi Angkatan 2024), Nurtanfizi, S.Si. (S2 Biologi Angkatan 2024), dan I Made Dhena Radya Padmana, S.Si. (Alumni S1 Biologi UB). Tahun ini, kegiatan PkM ini diketuai oleh putra asli Kediri, Dr. Turhadi, S.Si., M.Si. yang saat ini aktif menjadi dosen di Departemen Biologi FMIPA UB.

Sebanyak 43 siswa dan guru SMP Negeri 3 Poncokusumo Satu Atap mengikuti kegiatan yang digelar oleh Departemen Biologi FMIPA UB ini.

Departemen Biologi Universitas Brawijaya Ajarkan Siswa SMP Olah Flora Lokal Jadi Kerajinan
Departemen Biologi Universitas Brawijaya Ajarkan Siswa SMP Olah Flora Lokal Jadi Kerajinan

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan apresiasi terhadap flora lokal sekaligus melatih keterampilan membuat kerajinan tangan (handy craft) yang berpotensi menjadi sumber penghasilan.

Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi ini dimulai pada 26 Juli 2025 dengan assesmen pengetahuan awal peserta mengenai flora di Desa Ngadas, minat kerajinan tangan, serta potensi kewirausahaan.

Hasilnya menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa dan guru untuk mempelajari pemanfaatan tumbuhan lokal secara kreatif.

Departemen Biologi Universitas Brawijaya Ajarkan Siswa SMP Olah Flora Lokal Jadi Kerajinan
Departemen Biologi Universitas Brawijaya Ajarkan Siswa SMP Olah Flora Lokal Jadi Kerajinan

Pada sesi utama, 2 Agustus 2025, tim PkM memberikan pelatihan pembuatan herbarium kering yang diolah menjadi produk kerajinan bernilai estetika dan jual. Peserta diajak mengoleksi, mengeringkan, dan merangkai flora khas Ngadas—seperti adas, Erigeron karvinskianus, worter, dan tumbuhan lainnya—menjadi karya seni berupa gantungan kunci.

Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui generasi muda untuk memanfaatkan sumber daya lokal dengan bijaksana dan berkelanjutan.

Departemen Biologi Universitas Brawijaya Ajarkan Siswa SMP Olah Flora Lokal Jadi Kerajinan
Departemen Biologi Universitas Brawijaya Ajarkan Siswa SMP Olah Flora Lokal Jadi Kerajinan

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Roy Yudha, S.KH., M.Si., salah satu guru SMPN 3 Poncokusumo Satu Atap menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program penguatan pembelajaran di luar kelas. 

"Pelatihan ini kami jadikan sebagai bagian kokurikuler untuk memperkaya pemahaman siswa tentang pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, sekaligus mengasah kreativitas mereka," ujarnya.

Kokurikuler sendiri merupakan kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk penguatan, pendalaman, dan pengayaan materi yang telah diajarkan dalam kurikulum inti.

Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar teori konservasi flora, tetapi juga langsung mempraktikkannya dengan membuat herbarium kering yang bernilai seni dan ekonomi.

Melalui kegiatan ini, Departemen Biologi FMIPA UB mempertegas komitmennya dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi dengan terus menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat lokal sekaligus memperkuat kesadaran konservasi alam di kalangan generasi muda.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#FMIPA UB #Pengabadian Masyarakat #Universitas Brawajiya #Konservasi Flora Fauna