JP Radar Kediri - Bagi lulusan sarjana, memutuskan untuk langsung bekerja atau menambah gelar magister kerap menjadi dilema. Sebagian orang beranggapan bahwa S2 hanya wajib bagi mereka yang ingin berkarier di dunia akademik, misalnya menjadi dosen.
Sementara bagi yang bercita cita bekerja di perusahaan, gelar S1 dianggap sudah cukup. Padahal, studi magister menyimpan sejumlah keuntungan yang layak dipertimbangkan.
Berdasarkan informasi dari LSPR – The Leading Graduate School of Communication and Business, melanjutkan ke jenjang S2 menawarkan manfaat berikut.
Yakni peningkatan jenjang karier, kompetensi dan kualifikasi lebih tinggi, penguatan soft skill, dan relasi dan jaringan profesional yang makin luas.
Agar keputusan belajar S2 lebih matang, Masoem University merangkum lima hal penting yang sebaiknya dikaji terlebih dahulu:
1. Alasan dan Tujuan Jelas
Tentukan sejak awal motivasi Anda. Jika ingin menjadi akademisi, S2 memang mutlak. Namun jika fokus pada karier korporat, pertimbangkan apakah gelar magister betul betul sebanding dengan kenaikan gaji atau posisi yang ditawarkan. Hindari menjadikan S2 sekadar “pelarian” karena sulit mendapat pekerjaan.
2. Kesiapan Dana
Biaya magister relatif besar, apalagi tanpa beasiswa. Pastikan kondisi finansial memadai, atau mulai berburu beasiswa dan skema pendanaan lain sebelum mendaftar.
3. Kesesuaian Program Studi
Pilih jurusan yang selaras dengan latar S1 atau bidang yang benar benar Anda minati. Program yang tak linier memang mungkin, tetapi memerlukan usaha ekstra karena harus mempelajari dasar dasar baru.
4. Usia dan Tahap Karier
Secara formal, S2 tak membatasi usia. Namun, usia lebih senior bisa memengaruhi peluang kerja setelah lulus, kecuali Anda sudah memiliki posisi—misalnya asisten dosen—yang mendukung studi dan karier sekaligus.
5. Prospek Gelar Magister
Di mata rekruter, lulusan S2 dinilai punya kompetensi lebih. Meski demikian, tidak semua perusahaan mampu memberikan kompensasi setara dengan kualifikasi itu. Telusuri kebutuhan industri di bidang Anda terlebih dahulu.
Studi magister bukan hanya soal menambah gelar, melainkan investasi jangka panjang yang harus disesuaikan dengan tujuan pribadi, kemampuan finansial, dan prospek kerja. Dengan pertimbangan matang atas lima poin di atas, Anda dapat menentukan apakah jalan menuju S2 memang pilihan terbaik untuk pengembangan karier maupun diri Anda.
Editor : rekian