JAWA TIMUR, JP Radar Kediri – Suasana meriah memenuhi Jatim Expo Surabaya pada Minggu malam, 10 Mei 2026, dalam pelantikan Pengurus DPW dan DPD PAN se-Jawa Timur periode 2025–2030. Acara bertema “Kejayaan Nusantara” dan slogan “Gerak Cepat Bantu Rakyat” itu menjadi ajang konsolidasi besar PAN Jawa Timur menuju Pemilu 2029.
Sekitar 5.000 kader dan relawan hadir dalam kegiatan yang dibuka dengan pertunjukan bernuansa Majapahit. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan hadir langsung melantik jajaran pengurus bersama DPP PAN. Turut hadir Khofifah Indar Parawansa, Emil Elestianto Dardak, pimpinan partai politik, serta para kiai dan habaib dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur.
Salah satu kepengurusan yang resmi dilantik adalah DPD PAN Kabupaten Kediri dengan M. Yusuf Aziz sebagai Ketua, Aris Susanto sebagai Sekretaris, dan Siswanto sebagai Bendahara. Ketiganya merupakan anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Kediri. Pelantikan juga dihadiri Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa.
DPD PAN Kabupaten Kediri membawa semangat “Dari Desa Kita Berjaya”, yang menempatkan desa sebagai pusat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ketua DPD PAN Kabupaten Kediri, M. Yusuf Aziz, menegaskan bahwa kebangkitan bangsa harus dimulai dari desa, petani, pelaku UMKM, pemuda, dan masyarakat kecil.
Menurutnya, politik harus hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, bukan hanya saat pemilu. Semangat itu diwujudkan melalui berbagai program sosial, penguatan UMKM desa, serta pemberdayaan pertanian dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Ketua DPW PAN Jawa Timur Ahmad Rizki Sadig menyebut pelantikan ini sebagai awal penguatan struktur partai hingga akar rumput. Setelah ini, PAN Jawa Timur akan melakukan roadshow ke 38 kabupaten/kota sebagai persiapan menuju Pemilu 2029.
Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menekankan pentingnya loyalitas, kerja nyata, dan keberpihakan kepada rakyat. Ia mengingatkan bahwa partai politik akan tetap relevan jika mampu hadir memberikan solusi di tengah persoalan masyarakat.
Pelantikan tersebut dikemas meriah melalui sendratari kolosal, bazar UMKM, pasar murah PANsar Murah, hingga pembagian doorprize umroh, motor dan paket sembako untuk masyarakat. Nuansa budaya yang dihadirkan menjadi simbol bahwa semangat Kejayaan Nusantara bukan hanya romantisme sejarah, melainkan ajakan untuk membangun kembali optimisme bangsa melalui kerja-kerja pengabdian yang nyata.
Editor : rekian