KEDIRI, JP Radar Kediri– DPRD Kabupaten Kediri siap menjalin komunikasi dengan DPR RI guna mendorong pembangunan flyover Mengkreng.
Langkah itu dilakukan agar proyek pengurai kemacetan di perbatasan Kabupaten Kediri, Jombang, dan Nganjuk tersebut bisa sepenuhnya dibiayai APBN.
Sebab, kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kediri Subagiyo menyebut pembangunan flyover sudah sangat mendesak.
Menurutnya, kemacetan di simpang Mengkreng telah terjadi sejak puluhan tahun lalu dan hingga kini belum menemukan solusi permanen.
Karena itu, keberadaan jalur layang dinilai menjadi kebutuhan masyarakat.
Subagiyo mengatakan DPRD Kabupaten Kediri siap membantu memperjuangkan usulan tersebut ke tingkat pusat.
Salah satunya melalui komunikasi dengan anggota DPR RI maupun pemerintah pusat agar proyek flyover bisa masuk prioritas pembangunan nasional.
Dengan begitu, pembiayaan tidak membebani pemerintah daerah.
“Pastinya kita bantu selama kami bisa, mengapa tidak demi pelayanan masyarakat,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar itu menilai proyek flyover Mengkreng seharusnya memang ditangani pemerintah Pusat.
Minimal pemerintah Provinsi Jatim. Mengingat kawasan tersebut menjadi jalur penghubung tiga daerah sekaligus.
Terlebih memiliki dampak luas terhadap mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.
Selain itu, kondisi keuangan daerah saat ini juga masih terbatas.
Menurut dia, apabila pembangunannya dibebankan kepada daerah maka akan cukup berat.
Sebab, kebutuhan anggaran diperkirakan lebih dari Rp 800 miliar. Di sisi lain, pemerintah daerah juga masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk penanganan infrastruktur jalan lainnya.
“Kalau bisa tidak membebankan keuangan tiga daerah dalam hal ini Kediri, Jombang, dan Nganjuk. Jalan saja masih banyak perlu penanganan,” jelas Subgiyo.
Dia menambahkan, flyover Mengkreng nantinya diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan.
Namun juga dapat terhubung langsung dengan akses jalan tol. Sehingga arus kendaraan menjadi lebih lancar.
Dengan demikian, dampak ekonomi yang ditimbulkan juga akan semakin besar bagi wilayah sekitar.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kediri Mohamad Yusuf Aziz juga mendukung rencana pembangunan flyover Mengkreng.
Menurutnya, proyek tersebut penting untuk memperlancar akses transportasi masyarakat.
Baik yang menuju maupun keluar dari Kediri. Dampaknya juga diyakini mampu memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Namun, Yusuf mengingatkan agar proses pembebasan lahan maupun pembangunan nantinya tetap mengedepankan prinsip transparansi dan keadilan.
Dengan begitu, proyek strategis tersebut tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
“Prinsip kita mendukung untuk memperlancar akses transportasi masyarakat khususnya yang keluar atau menuju Kediri, sehingga bisa memacu pertumbuhan perekonomian masyarakat. Dengan catatan proses pembebasan lahan dan pembangunan bisa memenuhi prinsip transparansi dan berkeadilan,” tandas anggota fraksi PAN itu.
Seperti diberitakan, Rabu (8/4) lalu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dan Bupati Jombang Warsubi melakukan rapat terbatas di pos polisi Simpang Tiga Mengkreng.
Di sana, Pemkab Kediri, Pemkab Nganjuk, dan Pemkab Jombang menggagas pembangunan jalan layang atau flyover di simpang terpadat di wilayah perbatasan tiga daerah tersebut.
Hal ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di persimpangan itu.
Editor : Andhika Attar Anindita