KEDIRI, JP Radar Kediri – DPRD Kabupaten Kediri mendorong peran aktif media dalam menjaga kondusivitas daerah melalui diskusi bertema menjaga Kediri tetap damai di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya.
Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bersama, terutama menjelang momen penting ketika potensi munculnya hoaks dinilai perlu diantisipasi sejak dini.
Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro menegaskan pentingnya kontribusi media dalam menyebarkan informasi yang kredibel.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menangkal informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sekaligus menjadi penyeimbang di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
“Harapannya, media bisa membantu masyarakat Kabupaten Kediri untuk menciptakan ketentraman dan kenyamanan,” ujarnya.
Dia menambahkan, diskusi tersebut juga menjadi sarana komunikasi dan wadah untuk saling mengingatkan peran masing-masing, termasuk dalam pengawasan sosial.
Dengan kolaborasi yang baik, stabilitas daerah diharapkan tetap terjaga.
“Kami berharap dengan adanya ini teman-teman media bisa membantu masyarakat, terutama masyarakat Kabupaten Kediri, untuk ketentraman, kenyamanan, dan sebagainya,” jelas Murdi.
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari organisasi dan praktisi media.
Di antaranya perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Danu Sukendro, Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad, Ketua IJTI Kabupaten Kediri Roma Duwi Juliandi, serta Ketua PWI Kediri Bambang Iswahyudi.
Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad mengajak insan media melakukan introspeksi terhadap peran yang dijalankan dalam ekosistem informasi.
Menurutnya, media dapat menjadi penjaga harmoni, namun juga berpotensi menjadi akselerator konflik jika tidak berhati-hati.
“Kalau pendulumnya ke kanan, kita jadi penjaga informasi, tapi kalau ke kiri kita bisa terjebak menjadi akselerator konflik atau bahkan provokator, itu tergantung bagaimana kita memposisikan media,” tuturnya.
Dia menambahkan, di era digital penyebaran informasi berlangsung lebih cepat dibanding proses verifikasi, sementara konten yang memicu emosi lebih mudah viral dibandingkan fakta objektif.
Karena itu, jurnalisme damai, verifikasi berlapis, serta penyajian informasi yang utuh dan kontekstual menjadi kunci agar media tetap menjadi penjaga harmoni di tengah masyarakat.
Editor : Andhika Attar Anindita