KEDIRI, JP Radar Kediri- Kasus kecelakaan lalu lintas di Kota Kediri semakin sering terjadi. Peristiwa itu tidak bisa dianggap enteng.
Setelah kasus bus Harapan Jaya, ada pula insiden yang menyebabkan politisi senior Demokrat Kota Kediri meninggal dunia karena ditabrak kendaraan bermotor.
Maraknya insiden kecelakaan itu membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri geram. Apalagi peristiwa yang menggemparkan warga itu disebabkan karena pengendara ugal-ugalan.
“Kecelakaan yang terjadi ini memang karena kesalahan manusia. Dari hasil uji teknis, hasilnya bus Harapan Jaya kemarin itu sangat layak untuk beroperasi,” ujar Ashari.
Bukti rekaman CCTv di lokasi kejadian menunjukkan jika bus diketahui ‘ngeblong’ atau mendahului kendaraan dari arah barat menuju timur.
Saat kejadian, lampu pengatur lalu lintas masih menyala merah. Nahas, upaya mendahului kendaraan di depannya itu berujung petaka. Akibatnya pengemudi hilang kendali karena terhalang truk di depannya.
“Dan tidak melakukan pengereman sama sekali hingga baru berhenti ketika menabrak rumah warga. Ini menurut saya murni kecerobohan dan kesalahan dari pengemudi,” sambung Ashari.
Baca Juga: Kisah Suyati si Pemilik Rumah yang Dihantam Bus Harapan Jaya saat Laka Beruntun di Muning Kediri
Politisi Partai Demokrat itupun mendesak agar pemerintah dan aparat kepolisian bertindak tegas. Salah satunya dengan menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar aturan lalu lintas.
Khususnya dari pengemudi angkutan umum yang sering ugal-ugalan.
“Karena saya sering melihat pengendara bus-bus antarkota atau antarprovinsi ini masih melaju dengan kencang di jalan-jalan dalam Kota Kediri. Ini kan sangat membahayakan bagi pengguna jalan dan masyarakat Kota Kediri pada khususnya,” tandas anggota Komisi C DPRD Kota Kediri itu.
Karena belum adanya sanksi tegas, perilaku berkendara ugal-ugalan, khususnya oleh pengemudi angkutan umum, itu masih banyak ditemui. Termasuk di ruas jalan yang sering padat kendaraan.
“Kami tidak ingin masyarakat di Kota Kediri ini jadi tumbal hanya karena kesalahan mereka, karena ugal-ugalannya mereka. Saya khawatir kalau kejadian ini terus terjadi, kemarin bisa kita lihat sendiri bagaimana marahnya masyarakat atas kejadian itu,” tandas Ashari, mendesak agar pemerintah dan APH lebih tegas menyikapi persoalan ini.
Selain itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kediri itu juga memberikan saran agar pos-pos penjagaan di persimpangan jalan bisa kembali diaktifkan.
Pemerintah daerah pun bisa memfasilitasi dengan membantu memaksimalkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
“Hidupkan lagi pos-pos polisi seperti yang ada di Jalan Semeru di pojokan perempatan Muning itu kan ada pos polisi yang sudah lama tidak fungsi. Bangun, fasilitasi, kemudian kerja sama dengan kepolisian untuk menempatkan anggotanya di sana,” sarannya. (ais/rq)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : rekian