Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dewan Ingatkan Pemkab Soal Kebersihan Taman SLG Kediri, Ini Katanya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 8 Januari 2026 | 02:00 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri– Kondisi Taman Simpang Lima Gumul (SLG) yang tampak kumuh mendapat sorotan DPRD Kabupaten Kediri.

Kawasan yang selama ini menjadi ikon daerah tersebut dinilai perlu segera dibenahi agar tidak merusak citra Kabupaten Kediri di mata masyarakat maupun wisatawan. 

Persoalan kebersihan disebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang memanfaatkan kawasan SLG.

Anggota DPRD Kabupaten Kediri Sulistyo Budi menegaskan, pembenahan harus dilakukan secara serius dan terkoordinasi. 

Ia berharap dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera mengambil langkah konkret dengan melibatkan masyarakat sebagai stakeholder utama.

“Kami berharap agar kondisi tersebut segera dibenahi, terutama DLH bisa melibatkan masyarakat secara aktif,” ujarnya.

Menurut Budi, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi kebersihan kawasan SLG.

Di antaranya adalah perbaikan dan penambahan fasilitas pengelolaan sampah dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik di titik-titik strategis. 

Selain itu, perawatan rutin terhadap fasilitas yang rusak juga perlu dilakukan agar kawasan tetap nyaman dan tertata.

Politisi PKS itu juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi yang terprogram. 

Tidak kalah penting, pembentukan tim penegak disiplin dinilai perlu untuk menjaga kebersihan dan fasilitas SLG.

“Kesadaran masyarakat, terutama para pedagang sebagai user kawasan SLG, sangat menentukan. Kalau pedagang punya kesadaran yang baik, kebersihan kawasan ini insyaallah bisa diwujudkan,” katanya. Budi menilai para pedagang bisa diberi peran lebih dalam

Selain itu, pedagang juga diharapkan berperan ganda sebagai penjaga kebersihan dengan aktif mengingatkan pengunjung atau pembeli agar membuang sampah pada tempatnya.

Upaya tersebut perlu diperkuat dengan penetapan tata tertib kawasan SLG, sosialisasi aturan secara menyeluruh, serta penegakan aturan yang konsisten. Menurutnya, aturan itu akan efektif jika sejak awal melibatkan partisipasi masyarakat secara produktif.

Di luar persoalan kebersihan, Budi juga melihat adanya potensi wisata yang bisa dikembangkan di kawasan SLG.

Salah satunya sungai yang berada di sisi barat Taman Hijau SLG.

Dengan pembersihan sungai, pengelolaan air, serta penambahan fasilitas seperti perahu, kawasan tersebut dinilai bisa dikembangkan menjadi wisata air yang menarik, apalagi didukung keberadaan dua jembatan ikonik di utara Taman Hijau SLG.

Untuk diketahui, sudah ada 160 unit tempat sampah yang dipasang oleh pemkab.

Selain itu, ada 23 petugas kebersihan yang bersiaga setiap hari dengan membersihkan pagi dan sore.

Namun, kondisi kotor juga tidak luput karena kebiasaan masyarakat.

Kemarin, DLH Kabupaten Kediri juga langsung mengerahkan petugas kebersihan secara massal untuk membersihkan area SLG.

“Mulai pagi ini saya gerakkan pembersihan seluruh kawasan SLG. Sementara setiap hari sampai semua klir dulu utamanya area perengan,” jelasnya sembari menyebut ada 73 personel yang digerakkan.

Menurutnya, setelahnya tinggal bagaimana kesadaran masyarakat untuk hidup lebih bersih. 

 

Editor : rekian
#kebersihan #slg kediri #dlh #slg #kawasan slg