Pembahasan RAPBD 2026 itu akan menyoroti sejumlah isu penting. Di antaranya terkait dengan perubahan porsi anggaran daerah yang tergerus imbas penurunan alokasi dana transfer. Turunnya hingga Rp 178 miliar.
Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus mengatakan, memastikan jika kondisi itu tidak akan mengganggu sektor penting seperti sektor pendidikan dan kesehatan. “Dalam pembahasan APBD nanti, kami akan utamakan hal-hal yang memang itu dibutuhkan masyarakat,” ungkap Ido -sapaan Firdaus.
Terkait pembangunan infrastruktur, akan dilakukan penelitian ulang. Tujuannya untuk mengkaji urgensi dan kemampuan keuangan daerah. “Infrastruktur akan dipilah dan dipilih mana yang diutamakan,” beber politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Sementara itu, Ido mendorong agar efisiensi hanya dilakukan pada sektor yang kurang berdampak langsung bagi masyarakat. Bukan pada sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial. Tiga hal itu harus tetap menjadi prioritas pembangunan.
“Untuk cover kepentingan masyarakat tentu tidak ada kata efisiensi. Baik kesehatan, pendidikan, maupun kehidupan sosial. Itu adalah semangatnya DPRD untuk selalu mengawal,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian