KEDIRI, JP Radar Kediri – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Kediri menggelar acara tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh besar asal Jawa Timur. Acara khidmat tersebut dilaksanakan di Kantor DPC PKB Kabupaten Kediri, pada Kamis (13/4) malam.
Tiga tokoh yang menjadi fokus tasyakuran ini adalah Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis buruh legendaris Marsinah, dan ulama kharismatik asal Bangkalan Syaikhona Kholil. Ketiganya dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap bangsa dan nilai-nilai perjuangan.
Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri, Drs. H. Sentot Djamaluddin, menjelaskan latar belakang pemilihan ketiga tokoh ini sebagai inspirasi partai.
"Syaikhona Kholil adalah mahaguru Nahdlatul Ulama, hampir semua masyayikh NU adalah murid beliau. Gus Dur adalah pendiri PKB dan tokoh perubahan di NU, sedangkan Marsinah adalah pejuang buruh yang tak kenal takut dalam memperjuangkan keadilan. Ketiganya adalah teladan dan inspirasi bagi kader PKB dan kader NU,” tegas Sentot.
Dalam kesempatan tersebut, Sentot secara khusus mengajak seluruh kader untuk meneladani pemikiran dan sikap Gus Dur dalam berpartai. Dia menegaskan bahwa nilai-nilai yang dibawa Gus Dur akan selalu relevan di tengah masyarakat.
“Pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan, demokrasi, keadilan, dan toleransi tidak akan pernah luntur. Itu adalah peninggalan besar yang akan terus diperjuangkan,” imbuhnya.
Sentot juga menilai Gus Dur memiliki tempat yang lebih tinggi dari sekadar gelar formal. Dia menyebut Gus Dur sebagai pahlawan sejati yang selalu dekat dengan masyarakat, mendengarkan keluhan, dan menerima ide-ide yang muncul dari akar rumput.
Menutup pernyataannya, Sentot Djamaluddin mempertegas komitmen DPC PKB Kabupaten Kediri. "PKB selalu dekat dengan masyarakat, dekat dengan masayikh, dan selalu patuh amanah dari Gus Dur," pungkasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah