Imam Wihdan Zarkasyi dari Fraksi Golkar mengatakan, belum ada rencana terstruktur dalam menangani problem sampah di Kota Kediri. Menurutnya, pengelolaan sampah tak cukup dengan perluasan TPA Klotok saja sebagai muara sampah dari seluruh Kota Kediri.
“Selama ini kan sampah yang ada ditumpuk di Klotok, habis itu tanpa ada sistem manajemen yang memungkinkan bagaimana cara pengolahan sampahnya, recycle-nya seperti apa,” ujarnya.
Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah manajemen terstruktur pengolahan sampah dari hulu hingga hilir. Imam mengatakan, penanganan sampah juga harus didorong dengan kampanye pengolahan sampah dari sumbernya. Yakni, dari masing-masing rumah tangga dan lingkungan masyarakat yang harus mulai melakukan pemilahan.
“Kemudian penanganan di sektor intermediate-nya seperti apa. Jadi penanganan sampah tidak hanya terpusat di TPA saja. Tetapi Kota Kediri punya 8 TPS3R. Ada juga TPS yang bukan 3R. Harusnya di-upgrade atau dimaksimalkan gimana caranya supaya mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” beber Imam.
Pengelolaan sampah yang lebih efektif itu menurutnya harus dilakukan karena sejalan dengan visi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Target mengurangi sampah di Kota Kediri pada 2030 harus segera dipikirkan langkahnya mulai saat ini.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian