Sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 1/2025, data pemilih akan dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali. Jelang cut-off di triwulan kedua 2025. Hasilnya, data pemilih Kota Kediri berkurang hingga ribuan orang.
Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Nia Sari mengatakan, rekapitulasi data hasil pemutakhiran itu meliputi pemilih yang meninggal, pindah keluar kota, pindah masuk, potensial baru, dan ganda daftar pemilih tetap (DPT).
Dari situ, DPT Kota Kediri sudah berkurang sekitar 3.737 orang. Data itu dari warga yang meninggal dunia dan pindah keluar. Adapun jumlah pindah masuk dan potensial baru mencapai 9.515 orang.
“Harapannya, data di Pemilu 2029 nanti sudah lebih bersih,” tandasnya.Dia menambahkan kedepannya pemutakhiran akan terus dilakukan secara berkala dengan cut-off tiap tiga bulan sekali.
Sementara itu, data pemilih yang dimutakhirkan itu berasal dari data daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) yang diturunkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dari Kemendagri, data yang tersinkronisasi dengan data kependudukan itu diturunkan kepada KPU RI. Hingga sampai di tingkat kabupaten/kota.
Nia berharap, masyarakat juga bisa terlibat. Salah satunya dengan segera melaporkan jika ada perubahan data pemilih. Terlebih jika data perubahan pemilih belum tersinkronisasi oleh KPU.
“Kami pemutakhiran setiap hari. Tetapi kan biasanya kami closing mendekati pleno, biasanya H-7 sebelum rapat pleno. Jadi misalkan lapornya di H-3 pleno, tetap akan kami akomodasi. Tetapi akan kami eksekusi setelah pleno,” tandas perempuan asal Malang itu.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian