KEDIRI, JP Radar Kediri – Suhairi Maghfur, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri bersama anggota legislatif yang lain melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri pada Rabu (28/5/2025).
Kunjungan ini diikuti oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kediri dari badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda). Tujuan kunjungan kerja tersebut untuk meninjau langsung efektivitas produk perda yang telah disahkan dan difasilitasi oleh DPRD.
Yakni Perda Nomor 8 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Masde Maghfur -sapaannya- mengatakan, dari pertemuan tersebut diketahui berbagai macam persoalan yang dihadapi BNNK.
“Hasil kunjungannya cukup membuat prihatin beberapa anggota dewan yang hadir,” ujar Masde.
Dia menjelaskan sebagaimana diungkapkan Sekretaris BNNKTriwulandari. Di antaranya tingkat peredaran narkoba di Kabupaten Kediri semakin hari kian mengkawatirkan.
Saat ini, peredaran narkoba sudah menyasar masyarakat kalangan bawah. Yakni para pekerja keras, kuli bangunan dan juga para penambang pasir. Apalagi Kediri dikenal sebagai daerah tujuan pendidikan berskala nasional dengan adanya Kampung Inggris.
Hal ini menjadi rawan dimanfaatkan oleh para pengedar sebagaimana terjadi dalam pengungkapan jaringan beberapa waktu yang lalu. Penangkapan jaringan narkoba yang ada di Pare dengan sasaran Kampung Inggris.
Dia bersama anggota dewan lain cukup tercengang bahwa pengungkapan penyalahgunaan peredaran narkoba di Jawa Timur, Kabupaten Kediri berada di posisi 3 besar, setelah Kota Surabaya dan Kota Malang. Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Kediri menjadi target peredaran narkoba yang cukup massif dari para pengedar.
Di sisi lain BNNK sebagai ujung tombak pemberantasan narkoba dihadapkan pada masalah minimnya anggaran untuk melaksanakan kegiatan P4GN.
Terlebih jika dibandingkan dengan wilayah kerja BNNK yang sangat luas.
Untuk melaksanakan program kegiatan P4GN sebagaimana yang amanatkan cara paling tepat untuk menaggulangi narkoba adalah dengan pembentukan desa bersinar.
Anggota Fraksi PKS ini ikut dalam kunjungan tersebut memberikan dorongan kepada BNNK untuk lebih aktif menggalang dukungan kepada tokoh-tokoh masyarakat.
“Saya yakin kalau masyarakat banyak dilibatkan tentu mereka akan senang hati membantu program-program BNNK,” katanya.
Dia meminta BNNK diintensifkan sosialisasi kepada ke jaringan-jaringan yang ada di masyarakat untuk memberikan penjelasan dan edukasi tentang bahayanya narkoba.
Terutama kepada generasi muda, para pelajar dan mahasiswa karena merekalah tumpuan untuk menuju Indonesia Emas 2024.
“Saya sangat mendorong percepatan terwujudnya desa bersinar. Karena melalui pembentukan desa bersinar, semua tokoh masyarakat, para pemuda, juga seluruh penggerak dan aktivis desa beserta stakeholder yang ada di desa tersebut akan terlibat bersama-sama dalam pencegahan narkoba. Merekalah nanti yang akan aktif memberikan edukasi dan pencegahan ke warga desa masing-masing,” sambung Masde.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah