Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

814 Warga Binaan Lapas Kediri Nyoblos di TPS Loksus, Belasan Tahanan Polres Ikut TPS Bandarlor

Novanda Nirwana • Kamis, 28 November 2024 | 20:09 WIB

CEK LOKSUS: Kepala Lapas II A Kediri Urip Darma Yoga menerima kunjungan forkopimda Kota Kediri saat pencoblosan Pilkada Serentak 2024.
CEK LOKSUS: Kepala Lapas II A Kediri Urip Darma Yoga menerima kunjungan forkopimda Kota Kediri saat pencoblosan Pilkada Serentak 2024.

KOTA, JP Radar Kediri– Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kediri ikut memberikan hak suaranya di Pilkada serentak 2024. Tercatat, ada 814 daftar pemilih tetap (DPT) yang terdata di Lapas Kelas IIA Kediri. Sedangkan di rumah tahanan Sat Tahti Polres Kediri Kota ada 13 orang.

Di Lapas Kelas IIA Kediri ada dua TPS lokasi khusus yang sudah disiapkan KPU Kota Kediri. Yakni TPS 901 dan 902. Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) tampak antusias menggunakan hak pilihnya. Pelaksanaan pencoblosan di Lapas Kelas II A Kediri itu dilaksanakan di aula Welas Asih.

“Ada 814 warga binaan yang memberikan hak suaranya,” jelas Kepala Lapas Kelas IIA Kediri Urip Dharma Yoga.

Pelaksanaan pencoblosan di lapas tersebut berjalan dengan lancar. Untuk memberikan suaranya, ratusan warga binaan itu harus mengantre dengan tertib di ruang tunggu yang sudah disiapkan. Sementara, anggota KPPS sendiri merupakan pegawai lapas.

Baca Juga: Bawaslu Temukan Ratusan Surat Suara Kurang di TPS Mojo dan Banyakan Kediri 

“Warga binaan tidak ada yang kesulitan karena sosialisasi sudah dilakukan berbulan-bulan yang lalu termasuk siapa saja calon kepala daerahnya,” papar pria asal Purwokerto itu.

Dari total 924 warga binaan Lapas, sebanyak 110 warga binaan tidak memiliki hak pilihnya. Sebab ratusan warga binaan tersebut bukan dari warga Kediri, melainkan luar Kediri.

“Tidak memilih karena bisa jadi mereka bukan masyarakat Kota Kediri tapi melakukan tindak pidana di wilayah hukum Kediri,” tandasnya.

Berbeda dengan rutan Sat Tahti Polres Kediri Kota. Pelaksanaan pencoblosan dilakukan di ruang tahanan. Tak ada bilik suara seperti di TPS pada umumnya. Petugas hanya melakukan pencocokan daftar data pemilih, kemudian langsung memberikan surat suara kepada tahanan. 

Setelah itu, tahanan tersebut menuju ke pojok tempat yang orang lain tidak bisa melihat siapa yang dicoblos. Setelah memilih calonnya, para tahanan itu menyerahkan surat suara kepada petugas KPPS dan mencelupkan jarinya ke tinta sebagai bukti telah ikut berpartisipasi di Pilkada serentak 2024. 

“Ada 13 tahanan yang memberikan hak pilihnya. Mereka yang memilih Gubernur dan Walikota sebanyak tujuh orang dan pemilih Gubernur saja ada enam orang,” jelas Kasat Tahti Polres Kediri Kota Ipda Mulia Septri Youono.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, petugas KPPS, Linmas dan Pengawas yang datang ke Mapolres Kediri Kota adalah mereka yang bertugas di TPS 01 dan 02 Bandarlor. Mereka tiba di sana sekira pukul 11.30 WIB.

Youono menambahkan, selama proses pemilihan tidak ada kendala bagi tahanan maupun petugas. Sebab, pihaknya sudah belajar dari pemilu sebelumnya. Tahanan pun tidak mengalami kebingungan pada saat pencoblosan karena sudah dilakukan sosialisasi jauh-jauh hari. “Lancar semua karena belajar dari tahun kemarin jadi kami sudah siapkan,” paparnya. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#lapas kelas ii a kediri #Loksus #warga binaan pemasyarakatan (wbp) #Urip Darmayoga #pilkada 2024