KEDIRI, JP Radar Kediri- Bawaslu petakan kerawanan politik di Pilkada serentak besok, Rabu (27/11). Dari 25 indikator potensi TPS rawan, tujuh diantaranya ditemukan di Kota Kediri.
Anggota Bawaslu Kota Kediri Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas Hartono mengatakan, tujuh indikator kerawanan yang ditemukan dibagi potensi yang paling banyak terjadi, banyak terjadi, dan tidak banyak terjadi.
“Yang 18 indikator ini memang tidak ada (tidak ditemui di Kota Kediri) tapi tetap diantisipasi,” ujar Hartono. Menurut Hartono tingkat kerawanan di Kota Tahu cukup rendah. Meski demikian, pihaknya tidak ingin menyepelekan kondisi itu.
“Semua harus dimitigasi dan diantisipasi. Makanya kami juga rekomendasi kepada KPU sebagai pelaksana untuk mengantisipasi kerawanan ini untuk selalu berkoordinasi dengan stakeholder,” bebernya.
Adapun untuk dua indikator kerawanan yang paling banyak terjadi adalah erdapat pemilih tambahan atau daftar pemilih tambahan (DPTb). Di Kota Kediri, TPS dengan DPTb mencapai 113 titik.
Baca Juga: Gandeng Forkopimda, KPU Kabupaten Kediri Distribusikan Logistik Pilkada ke PPK
Sedangkan indikator kedua yang juga paling banyak terjadi di Kota Kediri adalah adanya pemilih disabilitas. Sama seperti indikator sebelumnya, jumlah TPS dengan DPT difabel juga mencapai 113 titik. Kedua temuan indikator itu tersebar Kecamatan Kota, Mojoroto, dan Pesantren.
Sementara itu di Kabupaten Kediri, Bawaslu juga telah memetakan kerawanan di seluruh wilayah. Komisioner Bawaslu Kabupaten Kediri Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Siswo Budi Santoso mengatakan, yang perlu pencermatan khusus adalah terkait persyaratan dari pemilih, yang TMS atau yang sudah dicabut hak pilihnya.
Karena berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya. Menurutnya banyak yang pemilih yang TMS ikut mencoblos. “Itu perlu diantisipasi. Harus cermat dalam mengidentifikasi dan meneliti,” terangnya saat ditemui di Kantor Bawaslu Kabupaten Kediri Kemarin sinang.
Informasi yang dihimpun dari Bawaslu, total ada enam TPS yang memiliki riwayat terjadi kekerasan. Seperti di Desa/Kecamatan Kepung, yakni TPS 023. Berikutnya di ada dua TPS di wilayah Kecamatan Kandat. Yakni TPS 003 di Desa Pule, dan TPS 004 di Desa Ngreco. Berikutnya di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, yakni TPS 009. Ada juga dua TPS di Desa Tugu, Kecamatan Purwoasri. Yakni TPS 003 dan 004.
Sementara TPS dengan riwayat intimidasi kepada penyelenggara pemilihan. Yakni TPS 002 dan 003 di Desa Lamong, Kecamatan Badas. Serta TPS 003 Desa Mondo, Kecamatan Mojo.
Terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Kordiv Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Kediri Eka Septiawan Ferydyanto mengatakan bahwa pihaknya telah menginstruksi agar membuat TPS di lokasi yang aman.
Jika dalam pelaksanaan terjadi bencana, seperti banjir misalnya, penyelenggaraaan pencoblosan bisa digeser di lokasi aman yang jaraknya tidak jauh dari lokasi awal.
“Untuk antisipasi ketika pelaksanaan. Ketika undangan sudah disebar, tapi ada bencana, kalau pindahnya kejauhan nanti pemilih bisa bingung. Jadi cari lokasi aman terdekat terlebih dahulu,” jelasnya.
Dia mnegatakan, bahwa logisitk juga sudah dilakukan pengamanan ganda. Kotak suara yang didalamnya terdapat surat suara itu dikemas dengan dua bungkus pengaman. “Sudah dikasih plastik besar dan didobel,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah