Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jumlah Pengunjung Debat Cawali Kota Kediri Dibatasi, KPU Siapkan Siaran Langsung di Kanal Youtube dan TV Lokal  

Ayu Ismawati • Kamis, 31 Oktober 2024 | 22:02 WIB

ADU GAGASAN: Paslon Cawali Kota Kediri saat pengambilan nomor urut di kantor KPU Kota Kediri.
ADU GAGASAN: Paslon Cawali Kota Kediri saat pengambilan nomor urut di kantor KPU Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Dua pasang calon (paslon) pemilihan kepala daerah Kota Kediri segera bertemu. Paslon Vinanda Prameswati- Qowimuddin Thoha (Mapan) dan Ferry Silviana Feronica dan Regina Nadya Suwono (Fren) bakal beradu gagasan pada Jumat (1/11).

KPU Kota Kediri menyiapkan gelanggang bagi paslon 01 dan paslon 02 untuk berdebat di Insumo Kediri Convention Center (IKCC) mulai pukul 19.00. Karena jumlah pendukung yang hadir dibatasi, KPU Kota Kediri menyediakan saluran yang dapat disaksikan masyarakat Kota Kediri secara langsung melalui kanal youtube milik KPU Kota Kediri dan Radar Kediri TV. Serta TV lokal yakni KSTV, AB TV, Dhoho TV, dan Madu TV. Serta radio Cakra Krisna FM, RRI Kediri, dan Radio Andika.     

        Ketua KPU Kota Kediri Reza Cristian mengatakan, persiapan debat publik yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri ini sudah masuk tahap final. Kemarin, KPU Kota Kediri kembali menggelar rapat koordinasi. Yakni melibatkan berbagai sektor seperti bawaslu, kepolisian, hingga perwakilan masing-masing paslon melalui liaison officer (LO).

       “Hari ini (Rabu, 30/10, Red) kami rakor bersama pukul 16.00. Dilanjut rakor dengan perumus dan panelis,” ujarnya.

Baca Juga: Ulama dan Forum Komunikasi Santri Kota Kediri Beri Dukungan Pasangan Vinanda-Gus Qowim

       Reza menambahkan, tema debat pertama ini adalah peningkatan sumber daya manusia, kualitas hidup, dan layanan publik menuju Kota Kediri yang lebih baik. Dari tema itu masih ada beberapa sub tema sebagai acuan pertanyaan yang disusun oleh perumus dan  panelis.

       “Untuk menjaga kerahasiaan, pertanyaan masih ada di panelis. Nanti Hari-H baru diserahkan ke KPU dalam amplop tertutup,” beber Reza. Agar netralitas tetap terjaga, semua panelis berdomisili di luar kota. Mereka bukan warga Kota Kediri dan tidak punya hak pilih untuk Pilwali Kediri.

Sementara itu, Koordinator Divisi (Koordiv) Sosdiklih, Parmas, dan SDM Roihatul Jannah menambahkan, rakor final untuk debat pertama untuk mematangkan teknis pengamanan. Nantinya, setiap paslon hanya bisa membawa maksimal 200 orang pendukung.

       “Untuk memastikan keamanannya, tim pendukung diberi gelang. Jadi yang bisa masuk hanya yang memakai gelang,” ujarnya.

       Selain itu, pendukung yang memasuki arena debat juga dilarang membawa atribut atau alat peraga kampanye (APK). Kecuali dalam bentuk pakaian yang melekat di badan.

       “Yang dilarang membawa balon, bando yang mencolok. Dan untuk memastikan keamanan dan ketertiban itu kami serahkan ke kepolisian,” tandasnya sembari menyebut, pendukung juga tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar arena debat. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Ferry Silviana Feronica #regina nadya suwono #Paslon 02 #cawali #Vinanda Prameswati #paslon 01 #debat