KEDIRI, JP Radar Kediri- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri akan menggelar debat publik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati perdana di IKCC Kota Kediri, hari ini. Debat digelar sekitar pukul 19.00. Untuk memeriahkan kegiatan itu, KPU Kabupaten Kediri membatasi jumlah pengunjung.
Terutama para pendukung pasangan calon kepala daerah. Maksimal ada 150 simpatisan pendukung setiap pasangan calon (Paslon). Komisioner KPU Kabupaten Kediri Kordiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM) Eka Septiawan Ferydyanto mengatakan, debat publik diselenggarakan sesuai keputusan KPU nomor 1.666/ 2024 tentang Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2024.
Eka menerangkan, dalam debat nanti, yang akan dibahas adalah visi misi para paslon dengan tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah”. Rincian pada tema ini berkaitan dengan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
"Tema lainnya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, yang mencakup subtema pelayanan kependudukan dan penerapan prinsip good governance," terangnya.
Debat ini menjadi ajang penting bagi para kandidat untuk memperlihatkan kemampuan pasangan calon. Terutama saat merumuskan solusi atas berbagai masalah di Kabupaten Kediri. Maupun menyampaikan rencana strategis mereka dalam membangun daerah.
"Saya berharap paslon agar tetap menjaga kedamaian. Jangan sampai menyebarkan isu-isu hoaks, kampanye hitam (black campaign) sehingga membuat Kabupaten Kediri yang ayem tentrem menjadi panas," ucapnya.
Untuk menjaga keamanan, KPU Kabupaten Kediri telah bekerja sama dengan kepolisian. Pengamanan ketat baik di dalam gedung maupun di luar gedung tetap akan dilakukan. "Pengamanan jumlahnya banyak. Dari TNI, Polres Kediri Kota dan Polres Kediri," ungkap Eka.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah