Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hadiri Malam Tujuh Hari Almarhum Gus Lik, Emil Dardak: Sosok Kiai Sederhana yang Penuh Cinta

Redaksi Radar Kediri • Sabtu, 28 September 2024 | 14:10 WIB
BERDUKA: Emil Elestianto Dardak saat memberi sambutan di malam tujuh hari Gus Lik.
BERDUKA: Emil Elestianto Dardak saat memberi sambutan di malam tujuh hari Gus Lik.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Wafatnya kiai kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Assa'idiyah KH Douglas Toha Yahya atau Gus Lik tak hanya menyisakan duka mendalam bagi puluhan ribu muhibbinnya.

Duka tersebut juga dirasakan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024, Emil Elestianto Dardak.

Hal ini disampaikan saat mantan Bupati Trenggalek itu hadir di peringatan tujuh hari wafatnya Gus Lik, Jumat (27/9) lalu.

Kehadiran Emil disambut puluhan ribu Muhibbin Gus Lik yang memadati jalan-jalan di sekitar Ponpes Assa'idiyah Jamsaren malam itu. Lautan massa yang datang untuk mengikuti proses pembacaan tahlil dan yasinan.

TAKZIM: Emil Elestianto Dardak dan KH Anwar Iskandar.
TAKZIM: Emil Elestianto Dardak dan KH Anwar Iskandar.

“Kita semua hadir membaur di sini sama-sama karena mencintai Gus Lik,” ucap Emil saat mengisi sambutan di acara malam tujuh hari Gus Lik.

Menurut Emil, Gus Lik adalah cerminan sosok kiai modern yang sederhana. Selalu istiqomah untuk membersamaai dan bersumbangsih banyak terhadap kemaslahatan umat.

Gus Lik melalukannya dengan cara sederhana namum manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, santri dan jemaahnya.

Tak heran jika kepergian Gus Lik menjadi duka mendalam bagi seluruh jemaahnya. Mereka datang untuk ikut berdoa dari berbagai wilayah Kediri hingga luar daerah.

“Mari bersama kita berdoa semoga Gus Lik senantiasa mendapat tempat terbaik di sisi Allah sebagaimana beliau telah membimbing kita ke jalan yang baik dan Insyaallah diridlohi Allah SWT,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Emil juga berbagi cerita silsilah keluarganya. Bahwa mbah buyut Emil adalah orang Kediri yang pesareannya terletak di samping Masjid Jami’ Alun-Alun Kota Kediri.

Menurutnya, Kediri adalah daerah yang menjadi salah satu punjernya ulama. Di sini banyak melahirkan tokoh agama yang luar biasa.

Oleh sebab itu, semasa menjabat di Jawa Timur, Emil selalu takzim untuk melibatkan dan mengutamakan apa yang menjadi harapan kiai dan santri.

Agar Jawa Timur menjadi saerah yang selalu dibangun dalam kebarokahan. “Semoga kita semua di majelis ini mendapat banyak sekali barokah di dalamnya,” harapnya.

Untuk diketahui, malam tujuh hari wafatnya Gus Lik dihadiri oleh puluhan ribu jemaahnya. Hal ini memantik para pedagang kaki lima dan warga sekitar untuk memberi para jemaah makanan dan minuman secara gratis.

Proses pembacaan tahlil dipimpin langsung KH Anwar Iskandar, kakak ipar Gus Lik juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para alim ulama Kediri dan sekitarnya.

Di antaranya KH Muhammad Abdurrahman Kautsar (Gus Kautsar), KH Jauharal Nehru dari Ponpes Kencong Kepung dan Ketua PCNU Kabupaten Kediri KH Muhammad Makmun.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #pengajian #pengajian 7 hari #emil #alim ulama #Gus Lik